Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi.

Padang Penggembalaan Sapi Potong Papua Barat Terbesar di Indonesia

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Pembangunan kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, dan Balai Pembibitan Hewan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT), menghabiskan anggaran sebesar Rp 20, 3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi, Rabu (24/2/2016) meresmikan kantor tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hendrikus Fatem kantor tersebut dibangun diatas lahan seluas 5800 m². Kapasitas gedung berlantai dua dengan luas bangunan mencapai 2500 m². Pembangunan dimulai sejak 2012 dan memasuki tahap finising pada 2015.

Kantor Dinas Peternakan dibangun di komplek perkantoran Arfai sementara kantor.

BPHMT di Satuan Pemukiman (SP) V di wilayah Distrik Masni. Pembangunan Gedung kantor BPHMT pun sudah rampung dan siap digunakan.

Gedung BPHMT dibangun sebagai model pengembangan baru sapi potong sistem ranch pertama di Papua Barat. Gedung yang dibangun diatas lahan seluas 10 hektare itu, diharapkan menjadi model pengembangan sapi potong, sekaligus pusat pelatihan bagi peternak dan stakeholder lain di daerah ini.

Selain itu, keberadaanya pun diharapkan menjadi sentra produksi bibit sapi potong unggul, serta berbagai jenis tanaman pakanan ternak yang dapat digunakan oleh peternak dan pengusaha.

Gubernur dalam sambutannya menyatakan, sejak dimekarkan dan dibentuk pada tahun 2013 lalu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menunjukan percepatan pembangunan yang spektakuler dalam pengembangan sapi potong di daerah ini.

Ia menuturkan, awal pencanangan pembangunan perdana padang penggembalaan ranch sapi potong di Papua Barat dilaksanakan di Distrik Bomberai, Kabupaten Fakfak. Saat itu lokasi tersebut masih berupa padang rumput dan semak belukar. Sekarang, telah berubah menjadi padang ranch sapi potong terbesar di Indonesia.

Padang ranch sapi potong Bomberai, kata Bram, telah menyerupai padang ranch sapi potong di Darwin, Autralia. Akhir 2013 lalu, dinas ini, telah membangun dan membentuk model pengembangan kawasan peternakan sapi potong dengan sistem ranch seluas 3.300 hektare.

Lokasi itu ditanami dua jenis rumput pakan ternak bracharia humicoides yang didatangkan dari Darwin  Australia, serta rumput bracaria decumbens dari padang rumput Damanganatas, Sumatera Barat. Ditahun yang sama, sebanyak 4.180 ekor sapi disebar di Bomberay, Kebar, Kabupaten Tambaruw dan Salawati Raja Ampat.

Hasil pembangunan infrastruktur peternakan, lanjut Gubernur seperti ranch atau pagar, penanaman rumput dan hijauan, bak penampungan dan instalasi air, serta kandang, telah siap menampung sebanyak 40.000 ekor sapi.

Pada kesempatan itu gubernur mengungkap, Menteri Peternakan dan Kesehatan Hewan akan segera berkunjung ke Papua Barat meninjau perkembangan ranch sapi potong di provinsi ini.

Tahun ini, Papua Barat, akan memperoleh bantuan sebanyak 3.000 ekor bibit sapi jenis brahman croos yang didatangkan langsung dari Darwin Australia, menggunakan dana APBN tahun 2016.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), gubernur mengunkap, peningkatan jumlah populasi ternak sapi potong di provinsi ini, tertinggi di Indonesia. Populasi itu kata dia, mencapai 17,47 persen.

“Populasi sapi tahun 2012 sebesar 29.000 ekor, sampai akhir 2015 mengalami peningkatan hingga mencapai 62.000 ekor,” kata Bram.

Papua Barat memperoleh penilaian positif dari Direktorat Jenderal Peternakan, Kementerian Pertania. Papua Barat ditetapkan sebagai provinsi yang memiliki padang penggembalaan atau ranch modern terbesar di Indonesia. | MUHAMMAD RIZALDY | EDITOR : TOYIBAN

Tinggalkan Balasan