Bupati Kabupaten Manokwari Demas Paulus Mandacan saat menghadiri HUT GKI Elim Kwawi ke 155.

HUT GKI Elim Kwawi ke 155 Tahun

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Ratusan umat Kristian Jemaat Gereja Kristen Injil (GKI) Elim Kwawi Manokwari, Rabu (24/2/2016) menggelar syukuran dalam rangka memperingati HUT Gereja Elim Kwawi ke- 155 tahun.

Acara yang dihadiri Pejabat Pemerintahan Provinsi Papua Barat serta Bupati Kabupaten Manokwari Demas Paulus Mandacan, ini mengambil Tema “Suara Yesus Ku Dengar”. Mempunyai harapan dimana Jemaat GKI Elim Kwawi dapat terpanggil untuk terus mendengar Suara Tuhan , Baik dala Pelayanan di Tengah Jemaat dan Seluruh Aspek Kehidupan.

Bupati Manokwari yang hadir dalam ibadah syukur tersebut juga memberikan pesan agar para umat Kristiani terlebih khusus Jemaat Elim Kwawi untuk tidak lupa akan sejarah masuknya Injil di Tanah Papua.

Dimana hal tersebut merupakan suatu perjuangan panjang untuk menetas benih-benih iman yang telah ditabur oleh dua missionaris yang pertama kali membawa Injil masuk di Pulau Mansinam.

“Saya berharap kepada umat GKI di tahan Papua ini, biar HUT GKI Elim Kwawi ini kita bisa dijadikan momen kebangkitan Papua Baru, yang dimotori oleh GKI di Tanah Papua,” ucapnya.

Oleh sebab itu, umat Kristiani dapat menjadi panutan dan teladan bagi sesama umat manusia, tanpa memandang latar belakang agama dan suku, melainkan harus bisa merangkul semua umat di Tanah Papua ini.

Dikatakan, usia 155 tahun bukanlah suatu usia yang lagi muda. Dengan usai tersebut, GKI Elim Kwawi telah banyak memberikan kontribusi kepada pembangunan Kabupaten Manokwari di bidang keagamaan.

“Mari bersama-sama dengan pemerintah, kita mengikis kesenjangan, kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat yang adalah umat ciptaan Tuhan, serta ikut dalam memberantas Miras  di kota ini,”kata bupati berpesan.

Selain itu ia juga berpesan agar tugas penginjilan harus bisa menjadi suatu tugas yang diprioritaskan, sehingga kota Manokwari betul-betul bisa mencerminkan kota Injil. |ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM

Tinggalkan Balasan