Ilustrasi Sidang Kasus Dugaan Korupsi

Dua Saksi Ungkap Mekanisme Pembayaran Tagihan Jaya Pelabuhan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Kejaksaan Negeri Manokwari kembali menghadirkan dua saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Bintuni yang di gelar, Kamis (25/2/2016).  

Dua saksi yang hadirkan dalam sidang bagi terdakwa Syamsul Alam, selaku Kepala UPP Bintuni tahun 2014 itu yakni Sisilia dan Lusia Worot. Dalam perkara dugaan korupsi senilai Rp 84 Miliar dua saksi ini merupakan staf yang bertugas mengeluarkan cek dan memproses tagihan untuk pembayaran kapal.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manokwari, Jhon Ilef Malamassam mengatakan, saksi Lusia Worot berperan sebagai pembuat cek. Cek tersebut berisi tentang besaran jumlah tagihan yang harus dibayar oleh pihak kapal kepada kantor UPP.

Sesuai keterangan saksi dalam persidangan itu, Ilef menjelaskan mekanisme pengeluaran cek dari BP Tangguh dilakukan setelah UPP mengajukan tagihan. Pembayaran tagihan tersebut dilakukan dengan cara mentranfer tagihan tersebut ke suiping pusat di Jakarta. Selanjutnya, dilakukanlah verifikasi dan diteruskan ke akunting finance di Bintuni.

Ilef menambahkan, seluruh tagihan dibayarkan dalam bentuk cek melalui agen PT Kanaka. Sesuai surat dakwaan, cek itu berisi tentang jasa pelabuhan yang dibuat diluar nota tagihan. Uang yang disetor ke kas Negara sesuai dengan nilai yang tercantum dalam cek tersebut.

Menurut dia mekanisme pembayaran yang dilakukan itu sudah benar. Dua saksi ini hanya memproses dan membuat cek sesuai tagihan dari kantor UPP Bintuni. Tagihan itu juga lanjut Jhon, dibuat berdasarkan jumlah kapal yang masuk di pelabuhan tersebut.

Dia menambahkan, pengangkutan melalui UPP ini melibatkan dua agen PT. Emi serta PT Kanaka. Sesuai keterangan saksi, total pembayaran yang sudah dilakukan dua agen tersebut mencapai Rp.84 miliar. Pembayaran itu berlangsung selama tiga tahun.

“Jadi, ada petugas yang buat laporan jumlah kapal yang masuk. Nanti, kantor UPP menerbitkan tagihan berdasarkan data. Tagihan itu ditujukan kepada agen yang selanjutnya agen berurusan dengan BP Tangguh. Berikutnya BP membayar tagihan tersebut dalam bentuk cek,” jelasnya. | HENDRIK AKBAR | EDITOR : TOYIBAN

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: