Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak.

KPK Bentuk Agen Anti Korupsi di Papua

SORONG, Cahayapapua.com-– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) membentuk agen lembaga Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di Papua – Papua Barat.

Lembaga ini diharapkan mampu memberikan pemahaman serta mencegah terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan terdekat (keluarga).

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, tak hanya Papua dan Papua Barat, KPK juga telah membentuk agen-agen SPAK di seluruh Indonesia, baik Sulawesi dan daerah lainnya.

“Ada dari Sulawesi, Kota Sorong, Raja Ampat, Manokwari, Jayapura dan kabupaten lainnya di Tanah Papua,” tutur Yuyuk, saat ditemui Wartawan di loby Hotel Swess Bell, Kota Sorong, Jumat (26/2).

Melalui gerakan SPAK, lanjut Yuyuk, KPK menginginkan agar muncul nilai-nilai kejujuran dan anti korupsi yang tertanam dalam diri pribadi, rumah tangga dan lingkungan sekeliling.

KPK lebih cenderung melibatkan perempuan dalam kerja-kerja pencegahan korupsi karena perempuan dinilai mempunyai kekuatan untuk mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan anti korupsi di rumah tangga.

Kegiatan yang dimulai sejak Kamis (25/2) lalu, hingga Sabtu (27/2) ini, diikuti oleh seluruh mama-mama Papua. Dalam kesempatan itu, Yuyuk mengaku jika dirinya mendapatkan pengalaman baru di setiap daerah khususnya Papua.

Tak hanya memberikan sosialisasi tentang korupsi, agen SPAK di daerah juga dapat melayangkan pengaduan seputar korupsi yang terjadi di daerah.

Setelah dua tahun berjalan, kata Yuyuk, baru sedikit agen SPAK yang berani melaporkan adanya temuan-temuan ke KPK. “Satu tahun kemarin, dari 455 agen SPAK, terhitung baru lima persen yang berani dan sudah bisa melaporkan aduan ke KPK,” terangnya.

Usai membentuk agen SPAK di Provinsi Papua maupun Papua Barat, Yuyuk merasa optimis jika perempuan di Papua mampu mengajarkan tentang berlaku jujur di kalangan masing-masing.

Terbukti saat mengikuti kegiatan pembentukan SPAK, para perempuan Papua menyadari adanya problematika di daerah ini (Papua) dan mereka tahu harus berbuat apa.

Salah satu peserta sosialisasi SPAK, Ema Malaseme mengaku senang mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh KPK, karena menurutnya dengan adanya kegiatan itu, ia mampu memberikan pengalaman serta pengetahuan baru seputar praktek-praktek korupsi di keluarga maupun komunitasnya.

“Ia kegiatannya bagus dan sangat baik, karena kia bisa thau bahwa korupsi itu ternyata kadang dilakukan sehari-hari tanpa kita sadari,” tutur Ema, sembari mengharapkan agar KPK terus melakukan kegiatan serupa sehingga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya di Papua dan Papua Barat. |NASIR

 

Tinggalkan Balasan