Kayu Merbau olahan dengan berbagai ukuran berhasil diamankan Polres Teluk Bintuni.

Polisi Bintuni Tangkap Empat Penyelundupan Kayu Ilegal

BINTUNI, Cahayapapua.com–Sejak bulan Januari lalu, Polres Teluk Bintuni telah menangkap dua kali kasus penyeludupan kayu olahan ilegal dari Bintuni ke Manokwari. Penangkapan terakhir dilakukan pada tanggal 14 Februari lalu di perbatasan antara kabupaten Teluk Bintuni dan Manokwari sekitar pukul 23.30 WIT. Sebanyak empat unit truck yang bermuatan kayu merbau olahan dengan berbagai ukuran berhasil diamankan, karena tidak dilengkapi dokumen dari pejabat yang berwenang.

Saat ini barang bukti tersebut sudah diamankan di Mapolres Teluk Bintuni guna penyelidikan lebih lanjut. Sementara empat orang pelaku berinisial KT, SA, MS dan FS, kini telah ditahan. Pasal yang disangkakan kepada pelaku adalah pasal 15 jo pasal 88 ayat (1) undang-undang No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Untuk mendalami penyelidikan kasus tersebut, Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP. Braiel Rondonuwu mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu tenaga ahli dari Dinas Kehutanan untuk melakukan pengukuran. “Ahli ukurnya belum datang sampai sekarang dari Dinas Kehutanan,” akunya.

Meskipun baru memasuki bulan kedua tahun 2016, pihak Polres Teluk Bintuni telah berhasil mengamankan sedikitnya 8 truck yang memuat puluhan kubik kayu olahan ilegal yang akan diselundupkan ke Manokwari. Sementara jumlah pelaku yang ditahan sebanyak lima orang.

Menurut Kasat Reskrim, AKP. Braiel Rondonuwu bahwa indikasi penyelundupan kayu ilegal keluar Bintuni cukup tinggi. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pengawasan dari instansi terkait juga masih kurang.“Analisa kita bahwa memang sering ditemukan adanya mobilisasi pengangkutan kayu merbau olahan dari Bintuni. Sedangkan pengawasan dari Dinas Kehutanan kurang,” akunya.

Meskipun kasus penyelundupan kayu ilegal terbilang cukup marak, namun pihaknya merasa belum perlu dibentuk satgas khusus menangani kasus tersebut.“Artinya tanpa satgas pun kita sudah bekerja. Tinggal dari instansi terkait pengawasannya seperti apa,” ujarnya. |ARI MURTI

Tinggalkan Balasan