Sekda Papua Barat mengalungkan tanda peserta kepada peserta outbond ASN.

Outbond Revolusi Mental Papua Barat Diikuti 90 Peserta

MANOKWARI, Cahayapapua.comKegiatan Outbond/Revolusi mental bagi pegawai negeri sipil (PNS/ASN) di lingkungan Provinsi Papua Barat bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk PNS/ASN yang memiliki integritas, provesional, netral dan bebas dari intervensi politik, dan bersih dari KKN.

Demikian disampaikan Sekda Papua Barat Nathaniel D. Mandacan dalam pembukaan kegiatan Outbond/Revolusi mental Provinsi Papua Barat yang ke II, di Lapangan Upacara, Kantor Gubernur, Arfai Gunung, Manokwari, Jumat (26/2/2016).

Outbond/Revolusi mental ASN Provinsi Papua Barat mengusung tema, “Kita Tingkatkan Integritas Etos Kerja dan Gotong Royong, Menuju Aparatur Berdaulat, Berdikari, Dan Berkepribadian.”

Kegiatan tersebut dikuti oleh peserta outbond 90 orang, terdiri dari pimpinan SKPD di liingkungan pemrov ditambah dari pimpinan vertikal dan peserta dari dharma wanita 25 orang. Serta peserta magang 18 orang PNS dari 92 yang mengikuti seleksi.

Usai digelarnya upacara pembukaan Outbond /Revolusi Mental dan dibuka oleh Sekda Papua Barat, selanjutnya peserta mengikuti kegiatan pemaparan materi oleh narasumber Yusuf J. Helmi. Kegiatan ini akan dilaksankan selama dua hari 26 dan 27 Februari 2016.

Sementara keberangkatan peserta magang ke Jakarta Senin 01 Maret 2016. Untuk tempat pelaksanaan magang pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jakarata pada 2 Maret 2016.

Sekda berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan saat ini saja. Tetapi dapat dilakukan terus menerus kepada seluruh SKPD yang ada, agar seluruh pegawai dapat mengikutinya.

“Saya minta kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan outbond ini agar selama kegiatan out bond ini berlangsung dapat menciptakan nilai-nilai dasar unit kerja yang akan diaplikasikan dalam melaksanakan tugas pokok sehari-hari

Kepada seluruh SKPD supaya untuk dapat terlibat dalam kegiatan ini, sebagai motivator. Kepada instruktur diharapkan dapat memberikan materi out bond dengan penuh semangat dan kekeluargaan,” pungkasnya. |ARIF TRIYANTO

 

Tinggalkan Balasan