Proses pendaftaran bakal calon Gubernur Papua Barat, Hermus Indou di sekretariat DPD PDI Perjuangan. Hermus akui calon pendampingnya seorang politikus.|Foto : Rasyid Fatahuddin|Cahaya Papua.

Hermus Indou Sebut Wakilnya Politikus, Stef Malak : Gubernur-Wakil Gubernur Bukan Papua Photocopy

MANOKWARI, Cahayapapua.comSejumlah bakal calon gubernur yang telah mendaftarkan diri ke beberapa partai politik belum menyertakan bakal calon pendampingnya.

Data yang dihimpun dari PDI Perjuangan dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menyebutkan, Hermus Indou, Stefanus Malak, M. R. Kambu, Markus Wanma dan Yohana Watofa belum memiliki wakil.

Usai mendaftakan diri ke PDI-P, Sabtu (27/2/2016) lalu, Hermus Indou mengatakan, telah mendapatkan nama calon wakil gubernur yang berasal dari kalangan politikus.

Dia mengatakan, kriteria calon pendampinya itu mewakili kemajemukan yang berasal dari kalangan muslim Papua serta memiliki pengaruh terhadap dukungan partai politik pendukung.

“Nama calon wakil gubernur telah mengerucut. Yang jelas mempunyai elektabilitas yang cukup merata di seluruh Papua Barat. Kita segera daftarkan,” katanya.

Stefanus Malak menunjukan optimisme tinggi maju dalam pilkada gubernur Papua Barat. Stef Malak biasa ia disapa, juga dikabarkan sebagai kandidat kuat untuk mengantongi dukungan Partai Golkar.

Kabar tersebut ditanggapi dingin Stef Malak. Ia mengaku tetap menghormati mekanisme partai dan keputusan DPP partai. Sebab mekanisme partai harus dijalankan dan dipatuhi.

“Kalau Golkar buka, kita akan daftar. Walaupun karder tidak boleh lompat pagar. Saya tidak tahu kalau seperti itu, itu adalah keputusan DPP. Mekanisme harus diikuti oleh kader maupun non kader,” ujarnya.

Stef Malak menambahkan, calon pendampingnya adalah orang Papua asli, memiliki kualitas yang terukur. Wakil ini bisa dari kalangan birokrat, politikus dan profesional sesui kondisi yang ada.

“Gubernur maupun wakil harus orang Papua asli. Kita harus patuhi Otsus. Yang jelas buka orang Papua photocopy Otsus jangan dibolak-balik,” tandasnya. |RASYID FATAHUDDIN|EDITOR : BUSTAM

Tinggalkan Balasan