Staf khusus Kepresidenan Republik Indonesia (RI) asal Papua, Lenis Kogoya.

LENIS KOGOYA AKUI DI PAPUA BANYAK KORUPSI

SORONG, Cahayapapua.com– Maraknya praktek tindak pidana korupsi yang terjadi di Papua maupun Papua Barat, diakui oleh Staf khusus Kepresidenan Republik Indonesia (RI) asal Papua, Lenis Kogoya.

Menurutnya, hal yang mengakibatkan sehingga terjadi korupsi yaitu dengan penggabungan dana Otonomi Khusus (Otsus) dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Jadi begini saya kurang tahu kalau di Papua Barat, tapi kalau di Papua, dana Otsus itu digabungkan dengan APBD, padahal seharus tidak begitu, dananya sendiri-sendiri, begini yang mudah terjadi korupsi, tetapi mereka (pejabat) susah diaudit,” tutur Lenis kepada wartawan, baru-baru ini.

Untuk menggunakan dana tersebut (Otsus) dengan baik, harus ada pengawasan serta Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mengatur tentang penggunaan anggaran otonomi serta pengawasan penggunaan anggaran.

Lebih lanjut Kogoya mengatakan, jika dirinya telah meminta agar sebelum terbentuknya Perdasus, maka dana Otsus harus ditahan. “Kita harus sepakat bahwa pemberian dana harus tepat sasaran, dan perlu ada pengawasan yang ketat,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Mohammad Syarif.

Menurutnya pemimpin (kepala daerah) di Papua dan Papua Barat sangat rentan dengan korupsi, jadi pemerintah daerahnya harus hati-hati.

“Daerah ini (Papua dan Papua Barat) mendapatkan anggaran banyak dari sumber daya alamnya, jadi pemerintah daerahnya harus hati-hati,” tutur Laode.

Oleh karena itu, lanjut Laode Syarif, KPK akan sering berkunjung ke Papua dan Papua Barat untuk dua hal, yaitu memperbaiki sistem administrasi pemerintahan agar tidak terjadi korupsi dan memperbaiki sistem di provinsi maupun kota/kabupaten.

Apabila dua rekomendasi KPK tidak dilaksanakan oleh pemerintahan, maka akan KPK akan menindak tegas. “Kalau dua rekomendasi itu tidak dilaksanakan, maka pasti kami (KPK) akan tindak tegas,” katanya. |NASIR|EDITOR : BUSTAM

 

Tinggalkan Balasan