ilustrasi

Cari Informasi, Pegiat Anti Korupsi Terpaksa Main Proyek

SORONG, Cahayapapua.comUntuk mencari tahu terjadinya praktek tindak pidana korupsi, yang terjadi di pemerintahan maupun swasta, salah satu pegiat anti korupsi, inisial JN, terpaksa terjun ke dunia proyek pekerjaan pembangunan sarana fisik, yang disubkan oleh salah satu PT di Kabupaten Sorong.

Sebab menurut JN, sebelumnya dia menduga adanya praktek-praktek tindak pidana korupsi yang terjadi saat dilakukannya pekerjaan oleh sejumlah kontraktor lain.

JN mengaku ingin memberikan contoh yang baik kepada kontraktor agar bisa bekerja dengan jujur sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diberikan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Selain itu juga, JN ingin memberikan contoh kepada PU agar tidak melakukan penyuapan-penyuapan kepada Kontraoktor dan lain sebagainya.

“Justru itulah saya (JN) ingin memberikan contoh kepada kontraktor agar bisa bekerja jujur sesuai dengan RAB dari PU, memberikan contoh kepada PU untuk mencegah adanya fe atau kong kalikong, makanya saya mencoba sejauh mana permainan mereka para kontraktor besar dan PU,” tutur JN melalui pesan singkatnya kepada wartawan belum lama ini.

Walhasil dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh JN, pihaknya menemukan adanya kejanggalan yang terjadi saat pelaksanaan pekerjaan proyek.

“Kita berhasil temukan ada kejanggalan penggunaan anggaran sebesar Rp 8.000.000. dan anggaran tersebut telah diperintahkan untuk dikembalikan,” kata JN kepada Media ini, Minggu (28/2) siang elalui telepon seluler.

Namun anehnya, justru proyek pembangunan talut penangkal banjir di Kabupaten Sorong yang disubkan oleh salah satu kontraktor kepada JN justru dinilai mandeg alias terlambat dari jadwal yang ditentukan. |NASIR|EDITOR : BUSTAM

 

Tinggalkan Balasan