Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan.

Hari Ini Bupati Serahkan Lima Unit Motor Sampah untuk Kelurahan

MANOKWARI, Cahayapapua.comBupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan menegaskan, lima unit motor sampah yang sejak tahun 2015 lalu tak difungsikan dan hanya disimpan di rumah Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, akan dibagikan, Senin (29/2/2016) hari ini.

Lima unit motor sampah tersebut nantinya akan diberikan kepada kelurahan untuk mengangkut sampah yang sering terjadi penumpuk.

“Saya sudah bertemu dengan Kepala BLH dan sudah perintahkan, namun alasan kenapa motor sampah itu tidak difungsikan, karena biaya operasi yang tidak dianggarkan,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati mengatakan, permasalahan biaya operasional akan segera ditanggulangi, sehingga motor jenis roda tiga ini akan seger difungsikan secepatnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, Alberth Bandi kepada wartawan mengatakan sudah  mengusul untuk operasional, namun RKA yang disusun harus dicoret dengan pertimbangan dana APBD yang terbatas, sehingga hanya kegiatan-kegiatan prioritas yang diutamakan.

Dikatakan, dengan kepedulian bupati akan masalah sampah di Kota Manokwari, membuat Operasional Motor Sampah yang selalu di coret dalam rencana kerja angaran ini bisa terjawab di tahun 2016, sehingga dipastikan untuk tahun ini motor-motor tersebut akan dioperasikan sesuai tugas dan fungsinya.

“Jadi sudah ada pentunjuk untuk operasionalkan motor-motor ini, dimana dana operasionalnya sudah disetujui sebanyak Rp 300 juta,” jelasnya.

Mengapa harus disimpan di rumahnya, Bandi menjelaskan, hal tersebut sengaja dilakukan agar perawatan motor tersebut dapat dilakukan serta menghindari hal-hal yang tidak dinginkan seperti kemalingan.

“Kalau kita simpan di kantor, saya rasa tidak bisa menampungnya karena kantor kami kecil belum lagi kalau di curi siapa yang nanti bertanggungjawan, sehingga saya berinisiatif simpan di rumah saya sekaligus saya merawatnya,” tegasnya.

Nantinya lima unit motor sampah ini akan diserahkan dan dioperasikan di titik-titik pantau Adipura, dimana terdapat banyak titik pantua yang dijadikan sebagai tolak ukur kota terbersih, di antaranya 4 titik pantau pemukiman, pasang surut 1 titk pantau serta 3 titk pantau perkantoran, 5 titik pantau di sekolah, serta rumah sakit, puskesmas, pelabuhan laut, bandara udara, dan jalan protol dan tempat wisata.|ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM

 

Tinggalkan Balasan