Makan malam Menlu Retno dan Kepala Staf Kepresidenan dengan mahasiswa Papua di California. Papua Barat menganggarkan Rp. 80,9 miliar untuk bidang pendidikan tinggi, Rp. 53 miliar khusus untuk pembiayaan studi luar negeri. Foto: Kemlu RI

Anggaran Pendidikan Tinggi Papua Barat Tembus Rp. 80,9 Miliar

MANOKWARI, Cahayapapua.com Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat mengalokasikan anggaran untuk pendidikan tinggi mencapai Rp. 80,9 Miliar. Jumlah anggaran pendidikan tinggi ini sudah dituangkan dalam DPA APBD provinsi yang sudah dibagikan oleh Gubernur Papua Barat.

Menurut penjelasan Kepala Bidang Pendidikan Tinggi (Dikti) Sudjanti Kamat, Senin (29/2/2016), anggaran sebesar Rp. 80,9 Miliar ini dialokasikan untuk pendidikan program luar negeri 53 Rp. miliar, biaya studi akhir s1 dan s2 Rp. 4 miliar, program afirmasi dalam negeri Rp. 4,5 miliar, beasiswa anak asli Papua perguruan tinggi dalam negeri Rp. 10,8 Miliar.

Bukan hanya untuk pendidikan non fisik, dialokasikan pula anggaran untuk pembangunan fisik pendidikan berupa pembangunan gedung dua perguruan tinggi di Papua Barat.

“Pembangunan lanjutan gedung Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) sebesar Rp. 2,5 miliar, pembangunan laboratorium Perikanan UNIPA Rp. 2,2 milyar, dan untuk pembangunan sarana dan prasarana Fakultas Pertanian UNIPA sebesar Rp. 2,8 miliar,” terang Sudjanti kepada Cahaya Papua di ruang kerjanya.

Sementara sisa anggaran, menurut Sudjanti akan dipakai untuk melakukan monitoring dan evaluasi di dinas pendidikan dan serta pendataan perguruan tinggi di Papua Barat.

Sementara itu, untuk bidang lain alokasi anggarannya lebih kecil. Menurut Kepala Bidang Perencanaan Zeth Zefnath Numberi, dari total anggaran dinas pendidikan sebesar Rp. 150 miliar, untuk pendidikan dasar dan menengah mendapatkan alokasi sebesar Rp. 30 miliar sementara untuk bidang lain mendapatkan rata rata tidak lebih dari Rp. 10 miliar.

Ditanya soal prioritas pembangunan pendidikan ditahun 2015, Zeth mengaku belum bisa menjelaskan karena masih akan dilaksanakan terlebih dahulu rapat koordinasi pendidikan Papua Barat yang rencananya akan dilaksanakan pada 17-19 Maret di kota Sorong. |ARIF TRIYANTO

 

Tinggalkan Balasan