Proses pembukaan palang kantor Dinas Kehutanan oleh Kepala Suku Besar Mansim dan disaksikan oleh Kepala Suku Besar Wamesa, Obeth Arik Ayok sebagai mediator.

14 Hari Dipalang, Palang Kantor Dinas Kehutanan Akhirnya Dibuka

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Setelah 14 hari di palang oleh salah satu staf, akhirnya palang gedung kantor Dinas Kehutanan Papua Barat dibuka secara adat oleh kepala suku besar Mansim, Frans Mansim, siang kemarin.

Pembukaan palang ditandai dengan memotong seekor babi sebagai bagian dari prosesi adat, disaksikan oleh kepala suku besar wamesa Obeth Arik Ayok.

Sebelum prosesi pelepasan palang bambu adat yang dimediasi kepala suku besar Wamesa, Obeth Arik Ayok, kedua bela pihak diminta untuk saling memaafkan atas permasalahan yang berdampak pada aksi pemalangan gedung kantor tersebut.

Mewakili keluarga besar mansim, Frans Mansim nyatakan permohonan maafnya atas aksi pemalangan kantor yang dilakukan oleh pihaknya karena merasa kecewa atas pelantikan salah satu staf dinas tersebut yang juga merupakan keluarganya.

“Palang ini sebenarnya sudah dibuka, tetapi kebetulan Kepala Dinas sedang dalam duka, karena Ibu (mama) kepala dinas sakit makanya pembukaan palang ditunda sampai hari ini,” jelas Mansim seraya menyatakan, permohonan maafnya atas aksi pemalangan yang diniliai telah menghambat aktifitas kantor dan tugas pelayanan masyarakat.

Ia berharap kepada Kadis Kehutanan agar dapat memfasilitasi pertemuan dirinya dengan Gubernur Papua Barat, untuk membicarakan prioritas penempatan putra-putri Papua.

Selain itu, ia juga berharap kepada seluruh kepala SKPD dilingkungan Pemprov Papua Barat, agar lebih memperhatikan putra-putri Papua yang bekerja sebagai PNS di masing- masing SKPD.

“Seperti motto yang disampaikan, bapak gubernur, di setiap kegiatan, kalau bukan sekarang, kapan lagi, kalau bukan kitorang, siapa lagi, dan duduklah disitu, belajar disitu, dan jadi pandai disitu,” ujar Frans Mansim.

Ia menambahkan, pertemuan dirinya dengan Gubernur untuk mengingatkan motto yang disampaikan gubernur untuk memotivasi PNS maupun masyarakat Papua Barat.

“Saya akan kembalikan motto ini kepada dia, agar bagaimana caranya dia berfikir terhadap motto yang sudah dia tanamkan kepada semua Pegawai, supaya ada perhatian terhadap anak-anak Papua,” ucap Frans Mansim menegaskan.

Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, Ir. Hendrik Runaweri nyatakan, permohonan maaf dirinya, atas penempatan salah satu stafnya pada UPTD dinas yang dipimpinnya itu, yang dianggap tidak sesuai harapan staf bersangkutan, sehingga berujung pada aksi pemalangan kantor.

Walau demikian, menurutnya, pihaknya telah melaksanakan penempatan pegawai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana promosi jabatan, disesuaikan dengan jenjang kepangkatan, dan juga mempertimbangkan kearifan lokal masyarakat Papua.

Ia berharap, dengan aksi pemalangan kantor ini, dapat menjadi pelajaran berharga, bagi dirinya dan juga pimpinan SKPD lainnya dilingkungan Pemprov Papua Barat.

Aksi pemalangan ini, mulai berlangsung ketika prosesi pelantikan pejabat eselon III dan IV dilingkungan Pemprov Papua Barat, 16 Februari lalu. Paskah pelantikan, staf dinas tersebut merasa tidak menerima keputusan penempatan dirinya sebagai salah satu staf di UPTD dinas tersebut.

Kekecewaan itu, berujung pada Pemalangan Kantor, sekitar pukul, 15.00 WIT, masa membawa sejumlah pamflet dan bambu, palang di pasang dengan posisi silang di setiap pintu kantor dinas mulai dari dua pintu gerbang pagar halaman hingga, semua pintu masuk gedung kantor semuanya dipalang menggunakan bambu dan potongan kayu. |RIZALDY|EDITOR : BUSTAM

Tinggalkan Balasan