Serah terima jabatan kepala daerah devinitif pemerintahan Kabupaten Pegunungan Arfak, kemarin.

Sertijab, Bupati Yosias Langsung Lakukan Gebrakan

ULLONG, Cahayapapua.comMasyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak, Senin (29/2/2016), memadati Ibu kota Kabupaten sementara Distrik Anggi, menyaksikan serah terima jabatan dari Pejabat Bupati Yusak Wabia kepada Bupati Yosias Saroi dan Wakil Bupati Marius Mandacan, di alun alun Kota Anggi.

Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroi ketika itu langsung melakukan gebrakan. Ia menegaskan terhitung sejak sertijab, dirinya akan tinggal dan menetap di Anggi bersama Marinus, dan itu wajib diikuti seluruh perangkat daerah tanpa terkecuali.

“Sebentar lagi saya punya barang barang sudah masuk di Pegaf, saya tidak turun ke Manokwari lagi kecuali hal urgen entah itu panggilan dari gubernur, menteri atau presiden, tetapi diluar dari itu, saya akan menetap di Anggi,” ujar bupati saat menyampaikan sambutan perdana.

“Saya akan melakukan absensi terhadap seluruh pegawai mulai Senin hingga Jumat waktu kerja. Jangan main-main dalam melayanai masyarakat. Kalau tidak mampu bekerja, segera beritahu, supaya saya lakukan langkah-langkah untuk mencari solusi, kembali saja ke Manokwari,” tegasnya.

Terlepas dari itu, Yosias berjanji akan membenahi fasilitas listrik dan jaringan seluler melalui permintaan bantuan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat mengingat Pegaf merupakan kabupaten baru.

Sementara itu Yusak Wabia mengatakan sejak dilantik sebagai Pjs, ia hanya melanjutkan pembangunan yang sudah dijalankan Pjs sebelumnya Dominggus Mandacan. “Saya hanya menyelenggarakan Pilkada serta membentuk lembaga legislative. Tugas saya kini berakhir dan diambil alih oleh bupati dan wakil bupati difinitif,” kata Wabia.

Wabia menitipkan beberapa hal kepada masyarakat dan pegawai agar tetap mendukung pemerintahan baru Pengunungan Arfak dibawah kepemimpinan Yosias dan Marinus.

“Saya juga minta bupati dan wakil bupati tegas kepada setiap SKPD yang selalu bekerja dengan semau hati. Sebab suatu hari saya pernah temukan di kantor bupati hanya ada Sekda sementara pegawai lain tidak ada di tempat, padahal masih dalam hari kerja, sehingga saya minta agar kondisi seperti ini harus diperhatikan,” ujarnya menegaskan.

Sertijab dilakukan dengan penyerahan buku memori sebagai laporan dari Yusak kepada bupati dan wakil bupati definitive. Selain itu dilakukan penyerahan lambang burung garuda sebagai simbol nasionalisme dan pembangunan yang disaksikan staf khusus gubernur Matias Rumfabe, Ketua DPRD dan Pimpinan forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkomindo) provinsi Papua Barat dan Pegaf.

Mewakili gubernur Papua Barat Matias ketika memberi sambutan menyatakan ia percaya bahwa dalam kepemimpinan Pegaf yang definitive daerah itu akan menghasilkan pembangunan disegala bidang secara maksimal.

Rombongan Bupati Yosias bersama wakilnya menuju Pegaf dari Manokwari menggunakan mobil gardan ganda yang disambut warga Pegaf dengan menghadirkan tarian adat asal Arfak. |ADLU RAHARUSUN

Tinggalkan Balasan