Demo warga menuntut pencopotan Sekda Pegaf.

Baru Menjabat, Kepala Daerah Definitiv Langsung Terima Pendemo

ULLONG, Cahayapapua.com Sehari menjabat Bupati dan Wakil Bupati, Pemerintahan Yosias Saroi dan Martinus Mandacan didatangi sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai soljdaritas peduli pembangunan Pegaf yang meminta bupati segara mengganti Sekda yang saat ini dijabat Daniel Mika.

Koordinator aksi Lamek Dowansiba dalam orasinya, Senin (29/2/2016), mengatakan, Pegaf yang merupakan daerah otonomi baru perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur, salah satunya terhadap sekda.

“Sebagai salah satu tugas pokok, kami minta bupati dan wakil bupati dalam seratus hari kerja segera mengganti Sekda. Apabila permintaan ini tidak mendapat respon, kami akan melakukan pemalangan terhadap kantor dan fasilitas umum di daerah ini,” kata Lamek. Menurut Lamek, Sekda sudah tidak produktif lagi.

Sementara itu Yosias Saroi yang menemui massa meminta agar mereka bersabar. “Kamikan baru melakukan sertijab. Kita pemerintahan baru perlu melakukan penyesuaian,” kata Yosias.

Desakan masyarakat tersebut juga disampaikan kepada gubernur melalui staf ahli bidang sumberdaya manusia Matias Rumfabe dalam lembaran surat pernyataan.

Meski begitu Matias mengatakan, “Pergantian sekda bukan hal yang muda. Sebab melalui tahapan seleksi yang dilakukan di Jayapura. Sekda Daniel Mika saat itu melalui uji kelayakan sehingga ditunjuk gubernur Papua Barat menjadi Sekda di Pegaf.”

“Saat ini bukan menggunakan sistim pemerintahan sentralistik, tapi sudah eranya desentralisasi, dimana kebijakan semua dikembalikan ke daerah, sementara sekda merupakan wewenang gubernur namun tentu melalui uji kelayakan,” tambahnya. |ADLU RAHARUSUN

Leave a Reply

%d bloggers like this: