Jacob Manusawai. (Facebook)

Bapedalda Keluarkan 9 Amdal selama 2015, termasuk ke Pabrik Semen Maruni

MANOKWARI, Cahayapapua.com Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Papua Barat, Jacob Manusawai mengaku ditahun 2015 pihaknya telah menyelesaikan 9 (sembilan) dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) untuk kepentingan pembangunan di Papua Barat.

Diantaranya, Amdal pabrik semen maruni, 4 lapangan terbang di Kabupaten Kaimana, Manokwari, Waisai Raja Ampat, Tambarauw, dan Sorong. Selain itu ada juga 4 pelabuhan di beberapa tempat.

“Perintah menteri semua proyek-proyek itu harus punya dokumen lingkungan. Maka itu dibiayai oleh kementerian untuk proses Amdal ini, mengingat proyek-proyek tersebut belum ada Amdalnya sejak dibangun,” kata Jacob Manusawai, kepada Cahaya Papua di ruang kerjanya, Rabu (2/3/2016).

Dikatakakannya, jumlah itu sudah termasuk cukup banyak, karena biasanya dalam menyelesaikan satu dokumen Amdal paling cepat prosesnya 6 bulan.

“Sesuai dengan SOP, begitu masuk dokumen kita lihat administrasinya terlebih dahulu. Setelah disetujui oleh administrasi barulah para mitra diundang untuk menilai dokumennya. Pada proses penilaian pasti ada perbaikan, dalam perbaikan jika kerjaya cepat bisa sebulan. Setelah itu turun kelapangan melakukan penelitian sesuai dengan kesepakatan tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam proses penilitiannya bisa dilakukan selama dua minggu atau satu bulan. Namun, untuk proses menulisnya perlu waktu yang cukup lama. “Pengalaman saya yang palig cepat itu 6 bulan, tetapi itu kita kerjakan tidak satu persatu,” pungkasnya.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan pada tahun lalu itu, merupakan proyek yang diperintahkan langusng oleh kementerian. Sehingga prosenya pengerjaanya ditargetkan selesai dalam satu tahun. “Sampai dengan akhir desember tim masih bekerja. Biasanya kami tanggal 10 desember kami sudah tidak bekerja, kantor sudah tidak aktif, karena plat merah jadi kita kerja saja sampai selesai,” katanya. |ARIF TRIYANTO

Tinggalkan Balasan