Ilustrasi Panti Pijat

Panti Pijat di Kota Sorong Bantah Terima Eks PSK Kalijodo

SORONG, Cahayapapua.comKetua Kelompok Kerja (Pokja) Panti Pijat (Timung) Kota Sorong, Sainullah bantah jika Timung di Kota Sorong menerima eks Pekerja Seks Komersial (PSK) Kalijodo yang dibongkar oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

“Ah tidak ada kok. Timung di Kota Sorong tidak terima mereka (PSK Kalijodo) untuk bekerja,” bantah Sainullah kepada Cahaya Papua, Selasa (2/3/2016).

Sainullah mengaku jika dirinya sudah memberikan himbauan kepada pengurus panti pijit (Timung) untuk tidak menerima PSK Kalijodo. Kalau memang membutuhkan tenaga untuk bekerja, kata dia pihak Timung harus menyeleksi sebaik mungkin. “Saya udah ingatkan untuk menyeleksi sebaik mungkin,” akunya.

Lebih lanjut Sainullah menambahkan, untuk Timung sendiri bukanlah tempat melakukan prostitusi melainkan tempat pijat tradisional. “Disitu (Timung) juga bukan tempat prostitusi, itu tempat pijat,” ujarnya.

Ditanya jumlah Timung di Kota Sorong, Sainullah menyebut tidak meningkat, melainkan mengurang, “Di tahun ini jumlah Timung tidak bertambah, dulunya ada 19, tapi kalau sekarang ada 18, karena satu Timung sudah tutup,”terangnya.

Sebelumnya, para PSK Kalijodo yang dibongkar di Jakarta itu telah masuk di Papua Barat, terutama Kota Sorong untuk mencari nafkah sebagai penyambung hidup, bahkan dari mereka (PSK) dikabarkan telah bekerja di sejumlah panti pijat di Kota Sorong.

Seperti diketahui bersama, pembongkaran Kali Jodo, selain sering terjadi tempat prostitusi, daerah (Kalijodo) itu juga akan dijadikan kawasan hijau oleh pemerintah. Sementara warga ataupun PSK telah disediakan oleh pemerintah Balai untuk dilatih kemampuan mereka, dengan harapan para eks PsK dapat bekerja dengan baik. |NASIR

Tinggalkan Balasan