Jalan Trans Papua Barat. Source: Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XVII Papua Barat

12 KM Lagi, Jalan Trans Papua Barat Sepenuhnya Terhubung

MANOKWARI– Pemerintah menargetkan pembangunan jalan trans Papua Barat sepanjang 1.070,62 kilo meter lebih, yang menghubungkan (meningkatkan konektivitas dan membuka keterisolasian) wilayah Barat – Timur dan Utara –Selatan Papua Barat, tuntas tahun 2017 ini.

Saat ini hanya tersisa sekitar 12 km pada ruas Manokwari – Wasior yang masih berupa hutan. Ruas ini ditargetkan dibuka tahun ini, yang berarti jalan trans Papua Barat akan terhubung sepenuhnya.

Jalan trans Papua Barat terdiri atas dua segmen. Segmen 1 sepanjang 594,81 km dari Sorong – Manokwari – Kambuaya. Seluruh jalan di segmen ini telah terhubung.

Sementara di segmen II, sepanjang 475,81 km dari Manokwari – Wasior (Teluk Wondama). Titik ini akan berakhir di perbatasan Kabupaten Nabire, Papua. Di ruas inilah masih menyisakan sepanjang 12 kilo meter, tepatnya 11,86 km yang masih berupa hutan lebat.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XVII Papua Barat, Ditjen Bina Marga, Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, Jalan Trans Papua Barat yang ditargetkan terhubung tahun ini tersebut ada yang telah beraspal, namun masih ada yang berupa hamparan tanah.

Ia merincikan jalan yang telah beraspal sepanjang 607,92 km (459,93 berada di segmen 1, dan 147,99 di segmen II). Untuk yang masih berupa hamparan atau japat sepanjang 450,8 km (134,88 di segmen I dan 315,96 di segmen II).

Dalam jumpa pers di Manokwari, Senin kemarin, Yahanis mengatakan, pemerintah masih akan melakukan sejumlah penanganan untuk menjadikan jalan trans Papua Barat fungsional di tahun 2018.            

Penanganan terdiri dari alih trase sepanjang 11 km dan penurunan grade 18,50 km di segmen I, sementara di segmen II pembangunan jalan/buka hutan 11,86 km dan penurunan grade 61,24 km.

Setelah jalan benar-benar fungsional atau dapat digunakan, pemerintah juga memperhitungkan biaya perawatan jalan.  Yohanis mengatakan untuk segmen I karena telah berstatus sebagai jalan nasional, maka perawatan akan dibebankan pada APBN.

Untuk segmen II, perawatan akan dilakukan dengan pembiayaan bersama dari APBD provinsi dan kabupaten. Untuk hal ini nantinya akan dibicarakan dengan pemerintah daerah terkait.

“Yang terpenting bagi kami bagaimana sektor ekonomi di koridor (yang terhubung jalan trans Papua Barat) terbangun. Ini kewenangan dari instansi lain, sayang kalau jalan itu sudah ada (tapi sektor ekonomi tidak bergerak). Kami bergembira juga melihat Sorong – Manokwari banyak kampung-kampung baru (pemukiman). Mudah-mudahan ini bisa mendorong sektor ekonomi lainnya bisa bangkit,” harap Yohanis. (DEL/RD1)

 

Tinggalkan Balasan