Sr. Lydiana, CIJ, Pimpinan Balai Pengobatan St. Martinus Kaimana.

Balai Pengobatan Misi Kedepankan Kualitas

Sukses pelayanan kesehatan di Kabupaten Kaimana tidak terlepas dari peran serta pihak swasta. Salah satu lembaga yang turut memberikan kontribusi bagi terpenuhinya layanan kesehatan dasar yang dibutuhkan masyarakat Kaimana adalah Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin (BP-RB) St. Martinus Kaimana. Hadir dengan prinsip ‘melayani dengan kasih’ menjadikan lembaga ini semakin dekat di hati masyarakat…

AWALNYA hanya berbentuk bangunan kecil berstatus rumah berobat, lalu meningkat statusnya menjadi balai pengobatan. Lembaga milik Gereja Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong ini beroperasi sejak tahun 1993. Seiring berjalannya waktu, dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan, pada Tahun 2006, lembaga ini kemudian melebarkan sayap dengan menambah satu unit pelayanan yakni Rumah Bersalin.

Kini lembaga yang dipimpin biarawati Sr. Lydiana, CIJ ini mulai menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pelayanan kesehatan yang representatif bagi masyarakat Kaimana. Saban hari balai pengobatan yang terletak pas disamping Gereja Katolik St. Ambrosius Krooy ini ramai dikunjungi warga. Tidak hanya mereka yang menjalani rawat jalan, tetapi juga pasien ibu hamil yang memilih melahirkan normal maupun operasi cesar ada di tempat ini.

Ditengah kesederhanaan fasilitas, lembaga ini terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Ruang pelayanan yang dulu hanya tiga unit, kini berkembang menjadi belasan ruangan dengan fasilitas pendukung yang boleh disebut memenuhi standar kesehatan. Diam-diam masyarakat mulai menaruh kepercayaan pada lembaga ini, meskipun tidak sedikit pula yang mengeluh akan tingginya biaya operasi cesar. Tetapi bagi orang yang mengutamakan kualitas pelayanan, biaya tinggi bukanlah soal, apalagi yang sudah akrab dengan pelayanan lembaga katolik.

Pimpinan Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin, Sr.Lydiana, CIJ saat ditemui Cahaya Kaimana mengatakan, Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin St. Martinus sedang dipersiapkan menjadi wadah pelayanan kesehatan yang representatif bagi masyarakat. Menurut Lydiana, pelayanan yang diberikan pihaknya terbuka untuk umum dengan selalu mengedepankan semangat kasih dan persaudaraan. Kehadiran Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Santo Martinus kata dia, juga ikut membantu Pemerintah Daerah mensukseskan program pembangunan bidang kesehatan.

“Kami mengedepankan semangat melayani dengan kasih. Siapa pun yang datang, apa pun latar belakangnya dan dari mana berasal, kami tidak membeda-bedakan karena lembaga ini adalah lembaga publik. Selama ini pasien yang datang berobat, termasuk yang memanfaatkan jasa persalinan normal maupun operasi cesar didominasi oleh saudara kami yang non katolik. Bagi kami, ini sebuah kepercayaan dari masyarakat yang harus kami jaga dan pertahankan,” ujar Biarawati yang menamatkan pendidikan tinggi keperawatan di Akademi Keperawatan (Akper) Kupang-NTT ini. |ISABELA WISANG|

 

Tinggalkan Balasan