Kepala Dinas Sosial Edi Renmaur Menyerahkan Paket Sembako kepada Warga Kampung Nanimori. Dinsos Bersama Tim Ekspedisi NKRI Menggelar Baksos untuk Memulihkan Kondisi Sosial di Nanimori Pasca Musibah Banjir

Tanggul Kali di Distrik Kuri Wamesa Mendesak

WASIOR, Cahayapapua.com— Tiga kampung di distrik Kuri Wamesa tergolong daerah rawan banjir lantaran berada persis di bantaran kali/sungai. Yakni Kampung Ambumi yang juga sebagai ibukota distrik, Kampung Nanimori dan Kampung Dusner.

Ketiga kampung itu sudah berulang kali terendam banjir terutama pada musim hujan akibat kali meluap. Itu sebabnya, pembangunan tanggul kali (talut) sudah merupakan kebutuhan mendesak.

Kepala distrik Kuri Wamesa George A. Ramar, Rabu (2/3) di sela-sela Baksos terpadu yang digelar Dinas Sosial bersama tim Ekspedisi NKRI menuturkan, pembangunan tanggul kali adalah salah satu yang disepakati dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik baru-baru ini, sebagai hal prioritas yang harus segera mendapat perhatian dari Pemda.

“Itu hal yang sangat proritas. Itu sangat prioritas karena mengancam nyawa manusia di tempat itu,” kata Ramar berharap Pemda menindaklanjuti  hasil Musrenbang tersebut.

Untuk diketahui, pertengahan Januari lalu, Kampung Nanimori terendam banjir akibat kali setempat meluap. Ratusan warga terpaksa mengungsi selama beberapa hari. Sampai saat ini warga Nanimori masih diliputi kekuatiran karena kali yang menjadi sumber banjir belum ditanggul.

Hal lain yang juga dianggap mendesak untuk dijawab Pemda, lanjut Ramar adalah tambatan perahu. Sebagian besar kampung di Kuri Wamesa sejauh ini belum memiliki tambatan perahu yang  permanen. Tambatan perahu yang ada masih bersifat darurat yang dibangun secara swadaya. “Tambatan perahu juga prioritas karena itu untuk menjamin kelancaran transportasi,” imbuh Ramar. (BRV)

Tinggalkan Balasan