Pertemuan koordinasi lintas sektoral dalam rangka peluncuran Puskesmas layanan HIV/AIDS di Manokwari. Pemerintah menetapkan 5 Puskesmas (Sanggeng, Amban, Pasir Putih, Wosi dan Maripi) untuk melayani pasien HIV/AIDS.

Pemerintah Luncurkan 5 Puskesmas Layanan HIV/AIDS

MANOKWARI, Cahayapapua.com Sejumlah pihak dari berbagai latar belakang, Jumat (4/3/2016), menghadiri peluncuran layanan HIV/ AIDS yang berbasis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.

Puskesmas layanan HIV/AIDS merupakan upaya pemerintah untuk meningatkan cakupan pemeriksaan status HIV dan pengobatan kepada penderita HIV maupun AIDS. Puskesmas yang menyediakan layanan tersebut adalah Puskesmas Sanggeng, Amban, Pasir Putih, Wosi dan Maripi.

Dinas kesehatan Manokwari sengaja mengundang sejumlah pihak terkait, diantaranya, Dinkes Papua Barat, DPRD Manokwari, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manokwari, SKPD-SKPD terkait, RSUD Manokwari, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat agar bisa berperan sesuai tugas masing-masing mengoptimalkan layanan di Puskesmas – puskesmas dimaksud. Para pihak yang hadir diharapkan juga menyebarkan informasi seluas-luasnya agar kesadaran masyarakat memeriksakan status HIV di puskesmas – puskesmas itu meningkat.

Kepala Bidang Program Pencegahan Pemberatasan (P2P) Penyakit Menular Dinkes Manokwari Manokwari, Aser Towansiba, mengatakan, pertemuan ini selain menegaskan tugas pemerintah dan pihak terkait soal pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS, juga untuk menyampaikan bahwa Lembaga Swadaya Masyarakat yang selama ini bergerak dalam upaya menekan penyebaran HIV maupun mendampingi pasien HIV/AIDS tidak selamanya melakukan tugas tersebut.

“Untuk itu perhatian Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun Kabupaten Manokwari (perlu ditingkatkan) dengan memanfaatkan sumberdaya manusia yang sudah terlatih (di Puskesmas) dan ditunjang dengan fasilitas dan sarana pra sarana yang memadai (untuk memperluas dan melayani pasien HIV/AIDS),” kata Aser.

Asisten I Setda Manokwari, yang mewakili bupati Manokwari, C Jamlean mengatakan, peluncuran puskesmas inisiasi HIV/AIDS diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat yang pada akhirnya bisa mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Jamlean mengungkap sejak 2002 hingga 2015, di Manokwari, Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA telah menyentuh angka 1.308 jiwa. “Rata-rata berada pada usia 20-40 tahun dengan penderita laki-laki sebanyak 587 dan perempuan sebanyak 721 jiwa,” kata Jamlean.

Menurut Jamlean, banyaknya OHDA di Manokwari membuktikan bahwa HIV/AIDS merupakan bencana yang harus disikapi secara serius dan bertanggungjawab serta melakukan tindakan yang dapat memperluas kesadaran publik maupun untuk menanggulangi penyebaran penyakit tersebut.

“Saya berharap Puskesmas dalam melayani pengobatan ARV agar selalu bekerja dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya,” pesan Jamlean ketika membacakan sambutan bupati Manokwari. |ADITH SETYAWAN

Tinggalkan Balasan