Wakil Bupati Manokwari Edy Budoyo (kedua dari kanan) menghadiri Musrembang Distrik Manokwari Timur, Jumat (4/3/2016). Edy Budoyo mewajibkan pimpinan SKPD menghadiri Musrembang distrik.

Distrik Manokwari Timur Lontarkan Kritik Keras ke Pimpinan SKPD

MANOKWARI, Cahayapapua.comPemerintah Distrik Manokwari Timur melontarkan kritik keras kepada pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Manokwari yang tak hadir dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) 2017 Distrik Manokwari Timur, Jumat (4/3/2016).

Kepala Distrik Manokwari Timur, Sarce Meidodga mengatakan, seharusnya pimpinan SKPD menghadiri langsung Musrembang tersebut mengingat Musrembang itu juga dihadiri langsung kepala kampung serta masyarakat yang hendak menyampaikan rencana pembangunan di kampungnya masing-masing.

Ia mengatakan kehadiran pimpinan SKPD juga akan berdampak pada program yang diusulkan sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan program kerja di suatu wilayah. “Kami berharap tahun yang akan datang pertemuan seperti ini yang datang harus pimpinan SKPD. Kami harap pimpinan SKPD bisa mendengar aspirasi masyarakat secara langsung,” tekan Sarce.

Sesuai Cahaya Papua, hanya dua Kepala SKPD yang hadir dalam Musrembang tingkat Distrik Manokwari Timur yakni kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Manokwari serta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Manokwari.

Musrembang Manokwari Timur digelar setelah seluruh kampung di wilayah itu menggelar Musrembang tingkat kampung. Salah satu aspirasi yang mengemuka dalam Musrembang adalah jalan tembus Pasir Putih menuju ke Susweni. Pihak distrik diketahui telah mengusulkan program tersebut namun belum dijawab hingga saat ini.

Selain itu juga terungkap kalau pihak distrik pernah mengusulkan kendaraan operasional pada tahun anggaran 2015, namun kendaraan tersebut diambil oleh oknum pegawai.

“Padahal distrik lain mendapat kendaraan operasional,” kata Sarce. ”Jadi selama ini kami hanya menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau semua kampung-kampung. Kami belum punya kendaraan operasional,” tambah dia.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo berharap, Musrembang dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang positif untuk menghasilkan perencanaan yang dapat mengakomidasi sebesar-besarnya kepentingan masyarakat Manokwari Timur.

“Saya mau tekankan bahwa pembangunan kampung merupakan prioritas yang harus diakomodir oleh para pimpinan SKPD,” tegas Edy menambahkan.

Terkait tak hadirnya sejumlah pimpinan SKPD di Musrembang tersebut, wakil bupati menekankan bahwa kedepan pimpinan SKPD wajib hadir dalam setiap Musrembang ditingkat distrik. |ADITH SETYAWAN

Tinggalkan Balasan