Rapat Pimpinan Daerah ke II DPD partai Golkar se - Papua Barat di Manokwari Sabtu lalu.

Rapimda Golkar Telurkan Keputusan Strategis

MANOKWAR, Cahayapapua.com– Golkar berhasil menelurkan keputusan strategis menghadapi Pilkada serentak gelombang ke II Februari 2017 di Papua Barat dalam rapat pimpinan daerah ke II DPD partai Golkar se – Papua Barat di Manokwari, Sabtu (5/3/2016).

Keputusan strategis dimaksud adalah Golkar akan membuka pendaftaran Pilgub secepatnya, menerapkan syarat khusus bagi bakal calon dan menyiapkan diri mengikuti Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Koordinator Wilayah Timur DPP Golkar Fredy Latumahina, mengatakan pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat akan dibuka pada 8-22 Maret. Sementara syarat khusus, “(Bakal calon baik gubernur maupun wakil gubernur) harus mempunyai prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela dan benar-benar kader partai Golkar.

Para bakal calon bisa diusulkan pengurus DPD tingkat I yang akan disaring menjadi maksimal 5 nama, selanjutnya akan diseleksi DPD tingkat I menjadi 3 nama, yang akan dikirim ke DPP Golkar di Jakarta.

Fredy mengatakan, mekanisme perekrutan bakal calon Pilkada 2017 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau (melalui) survei, belum tentu kader partai (lolos). Cara ini akan banyak (kader dari luar) yang bisa duduk (menjadi kepala daerah) melalui Golkar. Setelah jadi pemimpin akan membelakangi (Golkar), sehingga kami tidak mau ulangi ini lagi,” kata Fredy.

Ia melanjutkan, Golkar mempunyai banyak kader yang akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah (gubernur dan wakil gubernur) sehingga penting bagi Golkar untuk melakukan survei sebelum melabuhkan dukungan. Fredy juga menyelipkan pernyataan bahwa Golkar juga akan membuka diri kepada calon dari luar partai.

Secara terpisah senior Golkar Papua Barat Amos May mengatakan, yang sudah siap mendaftar ke Golkar dalam Pilgub Papua Barat seperti Baltasar Kambuaya, Hermus Indou dan Irene Manibuy. Sementara menurut Fredy, Golkar Kabupaten Sorong telah menggeluarkan rekomendasi kepada Stevanus Malak.

Untuk Pilkada di 4 kabupaten di Papua Barat Golkar menyerahkan kewenangan membentuk panitia kepada pengurus DPD tingkat II. Pengurus DPD II yang akan mengumumkan waktu pendaftaran.

Selain soal Pilkada 2017, Rapimda juga mendesak pengurus partai tingkat I dan II untuk menyiapkan diri menghadapi Musyawarah Luar Biasa Golkar pada April-Mei.

Fredy menegaskan, kader Golkar di Papua Barat harus membuka diri kepada calon-calon ketua umum untuk menggalang dukungan di Papua Barat. “Karena ada 13 DPD kabupaten/kota dan 1 DPD provinsi yang punya hak suara yang bisa menentukan kemenangan,” tandasnya.

Golkar juga menyelipkan agenda mengenai Garis Besar Haluan Negara (GBHN) seperti yang diapungkan PDI Perjuangan belum lama ini. Menurut Fredy, Golkar menyetujui wacana tersebut sebagai upaya agar presiden dalam menjalankan roda pemerintahan bisa terkontrol.

Rapimda Golkar dihadiri sejumlah nama yang menyatakan siap bertarung di Pilgub Papua Barat seperti Irene Manibuy, Marcus Wanma, Alberth Torey, Hermus Indou dan Stevanus Malak.

Keputusan Rapimda selanjutnya akan konsolidasikan ke seluruh perangkat partai hingga tingkat kelurahan dan organisasi sayap. |RASYID FATAHUDIN | EDY MUSAHIDIN

Tinggalkan Balasan