Petani membajak sawah di kampung Muari, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. Kodim 1703 Manokwari bersama pemerintah daerah akan membuka lahan sawah padi baru di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama seluas 1.100 hektare pada tahun ini.

Tentara Dilibatkan Cetak Sawah Baru

MANOKWARI, Cahayapapua.com– Program pencetakan sawah di Papua Barat akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terutama personil di tingkat komando rayon militer atau Koramil.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1703 Manokwari, Letkol Infantri Adi Simanjuntak menyatakan personil yang dilibatkan bervariasi diantaranya para prajurit dan perwira penghubung. Mereka didampingi perwira di masing-masing daerah yang mengetahui kondisi setempat.

Pada program yang akan dilakukan di 4 daerah ini, Komandan Kodim 1703 Manokwari menjadi penanggungjawab. Daerah itu diantaranya Manokwari dengan luasan 740 Ha, Manokwari Selatan (1000), Teluk Bintuni (300) dan Teluk Wondama seluas 150 Ha.

Realisasi program ini di Papua Barat sejak dicanangkan oleh presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, menurut Simanjuntak mengalami keterlambatan. Beda dengan daerah lain yang mulai dikerjakan. Penyebabnya adalah keterlambatan penentuan KPA oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Meski begitu Dandim mengungkap bahwa masalah tersebut sudah selesai sebab KPA-nya sudah ditunjuk beberapa hari lalu.

“Saya dengar informasi dari pak Hamzah di dinas Pertanian provinsi, tiga hari lalu. Intinya, sudah ada penunjukan KPA. Menyambutnya, akan lakukan percepatan untuk melaksanakan kegiatan,” ujarnya optimistik.

Program pencetakan sawah dimulai dengan penggusuran lahan, pembuatan irigasi dan pembuatan jalur-jalur akses persawahan.

Pembuatan akses jalan persawahan dilakukan untuk memastikan akses petani terhadap proses pengolahan lahan. Mulai dari pembibitan, penanaman, pemanenan dan pengangkutan.

“Kami sewa alat berat, baik eksavator maupun doser, untuk mencetak sampai buat jalan persawahan,” tambahnya. | RIZALDY

 

Tinggalkan Balasan