Kepala Kantor Imigrasi Manokwari, Budiono.

Imigrasi Siapkan Tim Gabungan Awasi WNA

MANOKWARI, Cahayapapua.com Kantor Imigrasi Manokwari, Papua Barat, akan menginiasi pembentukan tim gabungan untuk mengawasi aktivitas warga negara asing (WNA) di Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.

Kepala Kantor Imigrasi Manokwari, Budiono di ruang kerjanya, Senin (7/3/2016) mengatakan, pihaknya memprediksi kehadiran WNA akan meningkat menyusul pemberlakukan masyarakat ekonomi Asean (MEA) serta kebijakan presiden yang membebaskan visa kunjungan wisata bagi WNA ke seluruh wilayah di Indonesia.

Untuk itu, lanjut dia, segenap upaya pengawasan harus ditingkatkan agar tidak ada pelanggaran atau penyimpangan yang dilakukan oleh WNA di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.

Dia menjelaskan, tim gabungan tersebut terdiri dari perwakilan Imigrasi, Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Agama serta Dinas Pariwisata. Dalam waktu dekat pertemuan bersama akan digelar di kantornya.

Selain membentuk tim gabungan, kata dia, Imigrasi sejak beberapa bulan lalu telah membentuk tim pengawas orang asing di Manokwari, Teluk Wondama dan Teluk Bintuni. Hal yang sama akan dibentuk di Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan.

Budiono menyebutkan, sejak MEA diberlakukan pada Desember 2015, kehadiran WNA di Manokwari dan empat kabupaten lain, belum mengalami lonjakan. Jumlah WNA belum bertambah. “Kami mencatat jumlah WNA di wilayah kerja kami sekitar 582 orang dan belum ada penambahan. Data ini terhitung sejak tahun 2015,” katanya.

Dia menyebutkan, sebagian besar mereka berkerja di PT SDIC Papua Cement Indonesia, yang saat ini dalam tahap pembangunan konstruksi di wilayah Kampung Maruni, Manokwari.

Menurutnya, peningkatan justru terjadi pada pengurusan paspor keluar negeri. Dari semula lima orang perhari, sejak Januari meningkat menjadi 10 hingga 15 orang perhari. “Sebagian besar, pengurusan paspor tersebut untuk keperluan umroh ke Arab Saudi. Mereka rata-rata dari Manokwari, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama,” katanya lagi.

Sejauh ini, lanjut Budiono, belum ada warga dari lima kabupaten tersebut yang mengurus Paspor untuk kepentingan bekerja di luar negeri. “Mungkin karena di wilayah Manokwari, belum ada agen penyalur TKI (Tenaga kerja Indonesia) keluar negeri sehingga tidak ada warga Manokwari dan sekitarnya yang bekerja di luar negeri,” pungkasnya. | ARIF TRIYANTO

Tinggalkan Balasan