Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat mengikuti apel gabungan, kemarin.

Disiplin Pegawai Pemprov Masih Menjadi Sorotan

MANOKWARI, Cahayapapua.com Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat sungguh memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kehadiran ASN saat mengikuti apel gabungan setiap Senin dan Jumat pagi, belum menunjukan tingkat kehadiran diatas 30 persen dari total ASN dilingkungan Pemprov Papua Barat.

Melihat kondisi tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Barat, Drs. H. Musa Kamudi, M.Si, saat memimpin apel gabungan rutin, Senin (7/3/2016), menyatakan keprihatinannya atas ketidak disiplinan pegawai.

Apel pagi itu, dihadiri oleh enam orang pejabat eselon dua, dan sekitar 25 pejabat eselon tiga serta dan sekitar 34 staf eselon empat dan staf honorer.

“Patut kita bersyukur, walaupun cuaca tidak bersahabat, tetapi kewajiban kita juga harus dilaksanakan, terutama menyangkut kehadiran pegawai sungguh-sungguh memprihatinkan,” ujar Kamudi.

Kondisi cuaca kota Manokwari yang diguyur hujan sejak malam hingga pagi hari, membuat apel pagi kali ini molor dari waktu yang ditetapkan pukul, 08.00 WIT. Apel baru mulai pukul 09.25 WIT.

“Kita juga lihat, hari ini kita apel sudah setengah sepuluh, padahal kita sudah sepakat sebagai ASN, kita bekerja sesuai aturan, jam kerja kita sudah diatur, jam 08.00 WIT, aktifitas perkantoran sudah mulai berjalan, tetapi kita lihat jumlah pegawai yang hadir untuk mengikuti apel jauh dari harapan kita semua,” jelas Kamudi.

Ia pun menyinggung penggunaan fasilitas kendaraan dinas roda dua dan empat kepada pegawai dilingkungan Pemprov Papua Barat.

Ia menilai, fasilitas yang diberikan kepada ASN ternyata tidak digunakan sesuai peruntukannya. “Tujuan pemberian fasilitas kendaraan dinas itu, untuk menunjang kelancaran tugas, tetapi seperti kita ketahui, fasilitas yang sudah diberikan tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” sebut Kamudi.

Untuk itu, ia menegaskan, ketidak disiplinan pegawai harus menjadi catatan tersendiri bagi pimpinan SKPD untuk meningkatkan disiplin pegawai dilingkungan kerja masing-masing.

Ia berharap, sikap tegas dari setiap pimpinan SKPD dalam membina kedisiplinan pegawainya di masing-masing unit kerja.

Langkah itu, lanjut Kamudi, dapat dilakukan melalui pembacaan laporan kinerja pegawai khususnya kehadiran pegawai tiap bulannya saat apel gabungan Senin pagi di halaman kantor gubernur Papua Barat.

Hal itu, menurutnya sangat penting dilakukan untuk mengukur tingkat kedisiplinan pegawai, dan dapat dijadikan evaluasi dan dijadikan bahan koreksi atas kinerja pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan dan pembangunan di masing-masing unit kerja SKPD. | RIZALDY

Tinggalkan Balasan