Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (Kadis ESDM) Papua Barat, Johan Tulus

PLTS Kantor Gubernur 2015 Gagal, Diganti ke Tahun Ini

MANOKWARI, Cahayapapua.com Program pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerla (ESDM) tentang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Berkapasitas 2 Megawatt (MW) di Kompleks Perkantoran Gubernur, Arfai, Manokwari, nampaknya tertunda.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Papua Barat Jhonn Tulus, Senin (7/3/2016), mengatakan, meski proses lelang proyek senilai Rp. 57 miliar yang sudah dilaksanakan oleh Kementerian ESDM pada tahun 2015 lalu, namun perusahaan-perusahaan yang telah mendaftar tidak memenuhi persyaratan sehingga dinyatakan gagal.

Selanjutnya pada tahun ini pemerintah pusat melalui Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, kembali mengangkat program pembangunan PLTS tersebut. Pada bulan Februari lalu, pihak Dirjen EBTKE melakukan survei di Kompleks Perkantoran Gubernur untuk mengumpulkan data.

“Dari Dirjen EBTKE melakukan survei lokasi dan verifikasi lokasi, guna penyusunan Visibility Study, dan dokumen Detail Enginering Desain (DED),” kata Kadis Pertambangan dan Energi kepada Cahaya Papua, usai menghadiri rapat koordinasi persiapan kunjungan Menkopolhukam di kantor Gubernur,

Ia berharap dari dokumen tersebut dapat mendukung proses pembangunan PLTS ini. “Dengan proses lelang secara online dan terbuka untuk siapa saja, kita harapkan perusahaan yang ada dapat memenuhi persyaratan sehingga pembangunan pembangkit listrik ini bisa cepat terwujud,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika nantinya proyek PLTS ini sudah dibangun diharapkan PLN Manokwari bisa menghubungkan jaringan listrik tersebut untuk konek dengan jaringan PLN yang sekarang sudah masuk ke komplek perkantoran gubernur.

Sementara seperti Senin (29/2/2016), PLTS yang dibangun di Manokwari berkapasitas 2 MW oleh salah satu BUMN, yakni PT LEN Industri.

“Ini merupakan proyek strategis dimana nilai proyek untuk PT LEN untuk pembangunan PLTS ada Rp. 388 Miliar dan yang akan dibangun di Manokwari PLTS 2 MW nilainya Rp. 57,6 Miliar.

Pengerjaan PLTS Manokwari ditargetkan akan memakan waktu 240 hari kerja, bahkan bisa dipercepat seperti proyek-proyek PLTS lainnya yang kami kerjakan,” kata Dirut PT LEN Industri Abraham Mose, seperti dikutip Detik. |ARIF TRIYANTO

Tinggalkan Balasan