Kunjuungan Presiden Ke Papua Barat

Semester II 2016 Presiden Canangkan Pembangunan Proyek Perkeretaapian Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pada Kunjungannya kemarin di Manokwari, Presiden Joko Widodo menyatakan akan melakukan pencanangan dimulainya pelaksanaan pembangunan proyek perkeretaapian di Provinsi Papua Barat pada semester II tahun 2016.

Presiden memastikan pencanangan pembangunan proyek perkeretaapian provinsi Papua Barat akan dilaksanakan pada semester kedua tahun ini. Walau begitu, presiden belum bisa menentukan pencanangan proyek perkerataapian dilaksanakan pada bulan apa dan tanggal berapa.

“Untuk pencanangan proyek perkeretaapian Papua Barat yang pasti pada semester kedua nanti. Untuk bulannya saya belum bisa menentukan,” kata Presiden yang diitemui saat melakukan kunjungan kerja di Manokwari, Selasa. (5/6/2016).

Presiden mengatakan proyek perkeretaapian tersebut hingga kini masih dalam tahapan kajian kajian di Kementerian Perhubungan bersama pemerintah Provinsi Papua Barat. Ia berharap kajian dilakukan secara matang dan segera selesai.

Presiden menyatakan, hingga kini belum bisa menetukan lokasi di kabupaten mana yang akan dijadikan titik awal proses pembangunan mega proyek transportasi masal pertama di provinsi ini.

“Bisa dimulai dari Manokwari bisa juga dimulai dari Sorong, belum ditentukan,”ujar Presiden lagi.

Soal anggaran pembanguna proyek perkeretaapian provinsi papua barat, Presiden menyatakan belum bisa memastikan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tahap pertama proyek tersebut.

Hal itu, Kata Presiden disebabkan karena, hingga kini tahapan kajian masih sedang dilaksanakan, sehingga untuk menentukan kapan dan dimana dilakukan pencanangan dimulainya proyek tersebut, harus merujuk pada hasil kajian yang sedang dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Papua Barat Bambang Heriawan Soesanto pada wawancara sebelumnya mengatakan, prosek perkeretaapian di daerah tersebut sedang menuju proses kajian analisis dampak lingkunan (Amdal) serta penyusunan Detailed Engineering Design (DED).

Ia memastikan proses Kajian Amdal tidak akan memakan waktu lama. Setelah dua proses tersebut selesai pelaksanaan pembangunan itu sudah dapat dimulai.

Pihaknya berharap, pencanangan proyek tersebut dapat dilaksanakan di Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat.

“Harapkan kita, ketika pencanangan ini dilakukan di Manokwari, gaungnya akan besar serta dapat memacu semangat masyarakat dalam menyambut program terobosan pemerintahan Presiden Jokowi,” kata dia.

Bambang meyakini, program ini akan membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Papua Barat. Menurutnya perdagangan komoditas unggulan di daerah itu akan lebih mudah saat kereta api sudah beroperasi.

“Apalagi ditambah dengan program tol laut, jaringan rel kereta api akan terintigrasi ke Pelabuhan-pelabuhan. Hal itu akan mempermudah proses perdagangan komoditas yang dihasilkan masyarakat,” ujarnya. (ICL)

Tinggalkan Balasan