Kunjungan Presiden Joko Widodo, Manokwari-Papua Barat.

Presiden Serahkan Bantuan Senilai Rp. 150,8 Miliar

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Presiden Joko Widodo Selasa, (5/4/2016) kemarin, menyerahkan bantuan sosial kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM) peserta program keluarga harapan (PKH), khusus penyadang disabilitas, lanjut usia atau Lansia dan pembagian beras sejahtera atau Rastra.

Bantuan yang diserahkan secara keseluruhan senilai Rp. 150.850.511.900 itu, dilaksanakan di halaman pelabuhan TNI Angkatan Laut, Kelurahan Sanggeng Distrik Manokwari barat.

Penyerahan bantuan dilakukan Presiden secara simbolis kepada 10 orang perwakilan KSM Program PKH, 3 orang perwakilan Lansia, 3 orang perwakilan Penyandang Disabilitas berat, dan 6 orang siswa perwakilan SD, SMP dan SMA yang ada di Manokwari.

Pada sambutannya, Presiden menyatakan, bantuan yang diserahkannya itu nilainya berbeda-beda,

“Tadi sudah dibagikan Bansos tuk yang PKH. Masing-masing terdiri dari Rp. 1.350.000, ada yang 1.350.000, ada yang 1.200.000, yang Disabilitas 300.000 perbulan, dan Lansia 200.000 perbulan diterima untuk empat bulan,” Ujar Presiden.

Setelah menyerahkan bantuan, Presiden berpesan agar penggunaan bantuan sosial yang diberikan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Jangan setelah diterima bantuannya, dipakai buat beli pulsa, itu bagi anak-anak sekolah yah, kalau ketahuan, nanti kartunya ditarik kembali,” pesan Presiden kepada anak-anak penerima KIS.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan, bantuan sosial bagi KSM PKH, Disabilitas dan Lansia, itu mulai ditingkatkan pelaksanaannya termasuk penambahan jumlah penerima bantuan PKH, Lansia dan Disabilitas di Provinsi ini.

“Di Kabupaten Manokwari, tahun ini melalui Program PKH, 14,3 Miliar, program PKH untuk provinsi papua barat, baru terealisir di tiga kabupaten kota, Insya Allah bulan juni mendatang 13 kabupaten/Kota Se Papua Barat bisa menerima program ini,”

Ia juga menyebutkan bantuan khusus Disabilitas bagi penyandang disabilitas di Provinsi Papua Barat, tercatat sebanyak 121 orang, khusus di Manokwari terdapat 52 orang Penyadang Difabel.

“Tahun lalu, bantuan disabilitas hanya diberikan kepada 22.000 orang penyadang disabilitas secara nasional, maka ditahun ini, bapak presiden akan serahkan kepada 153.000 orang penyadang disabilitas secara nasional juga,” imbuh Khofifah..

Sementara bantuan khusus Lansia usia minimal 70 tahun keatas, lanjut Khofifah, khusus di Provinsi Papua Barat yang baru tercatat sebanyak 250 orang Lansia, 50 orang dari jumlah itu merupakan Lansia yang berada di Manokwari.

“Tahun ini bapak presiden akan tambahkan, jikalau ditahun sebelumnya baru 29.00, maka tahun ini bapak presiden akan menyerahkan kepada 125.000 orang lansia se indonesia,” kata Khofifah.

Secara umum, penerima Bansos KSM program PKH Provinsi Papua Barat sebayak 14.251 orang, dengan biaya bantuan yang disalurkan sebesar Rp. 31.406.600.000.

Sedangkan Bansos khusus penyandang Difabel provinsi Papua Barat mencapai 151 orang, dengan nilai bantuan sebesar Rp. 435.600.000. Tidak hanya itu, secara umum bantuan sosial kepada Lansia khusus di provinsi Papua Barat hingga tahun ini sebanyak 250 orang Lansia, dengan nilai bantuan sebesar 600.000.000.

Bansos program beras sejahtera juga diserahkan secara simbolis kepada 90.547 kepala keluarga, dengan nilai bantuan sebesar Rp. 118.408.311.900.

Sehingga, total nilai bantuan sosial presiden di provinsi papua barat yang diserahkan kepada KSM PKH, Kelompok Difabel, Lansia dan Peserta didik SD hingga SMA serta bantuan Beras Sejahtera senilai, Rp. 150.850.511.900. (ICL).

Tinggalkan Balasan