Ilustrasi

PLN Bintuni : Penggunaan Listrik Tidak Gratis

BINTUNI, Cahayapapua.com—- Manager PT PLN (Persero) Rayon Bintuni, Simon P. Djanu menegaskana listrik di Kabupaten Teluk Bintuni tidak gratis, tidak seperti apa yang diisukan di masyarakat. Walapun PLN bekerjasama dengan BP Tangguh, namun pihaknya tetap membayar listrik yang disalurkan ke masyarakat setiap bulannya.

“Sudah kita beli ke BP sekian rupiah per KWH, kemudian kita bangun jaringan. Jaringan itu PLN yang bangun. Walaupun BP yang bangun tapi itu untuk kebutuhan kita semua. Bagaimana pun kita harus membayar. Kita sudah pakai jadi harus bayar,” tegas Simon saat ditemui di ruang kerjanya, baru – baru ini.

Kepada Cahaya Papua, Simon menjelaskan kerja sama dengan BP Tangguh ada hitung – hitungannya. Per KWH, PLN harus membayar Rp. 420 rupiah ke BP Tangguh. “Dari BP tangguh rata-rata kita pakai sumber listriknya 1.600.000 KWH. Jika dirata –ratakan, PLN membayar BP Tangguh setiap bulan mencapai Rp. 400 sampai Rp. 500 juta,” sebutnya.

Diakui, pemakaian listrik setiap bulan mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah pelanggan. “Jadi setiap ada penambahan daya, tentu kita bayar ke BP Tangguh sesuai daya terpakai, jadi tidak gratis pemakaiannya,” kata Simon.

Lebih jauh dijelaskan Simon, jumlah pelanggan listrik se Kabupaten Teluk Bintuni mencapai 8678 pelanggan. Sekitar 7000 ribu pelanggan menggunakan meteran prabayar, sisanya 1000 lebih pelanggan masih menggunakan meteran pasca bayar.

“Yang pasca bayar sebagian besar masih menunggak. Selama lima tahun terakhir, tunggakan listrik Rayon Bintuni jika ditotalkan mencapai Rp 4 miliar lebih,” ungkapnya. (ART)

 

Tinggalkan Balasan