Suasana rapat Forkopimda.

Pemerintah Putuskan Hentikan Sementara Pembangunan Rumah Ibadah Andai

MANOKWARI, Cahayapapua.com—-  Polemik pembangunan rumah ibadah yang terletak di kawasan Andai Distrik Manokwari Selatan, akhirnya mempunyai keputusan sementara. Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan memutuskan untuk menghentikan pembangunan rumah ibadah tersebut sementara waktu.

Keputusan yang dibuat Bupati ini dilakukan dalam rapat Forkompinda Kabupaten Manokwari, pada Rabu (20/4) dan dihadiri puluhan tokoh agama yang berada di Kabupaten Manokwari.

Bupati mengatakan, perhentian sementara ini akan berlangsung hingga 6 bulan kedepan sambil menunggu proses hukum yang akan ditempuh oleh pihak-pihak terkait tentang pembangunan rumah ibadah tersebut.

“Jadi saya berikan waktu selama enam bulan karena pihak GKI ingin mengajukan gugatan tentang lokasi tanah Zending itu,”tegas Bupati.

Selain itu, Bupati juga akan mendanai Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Manokwari untuk menjalankan tugas serta tanggungjawabnya dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Untuk FKUB silahkan ketemu saya dan saya akan berikan bantuan dana sebesar 350 juta, dan untuk FKUB saya berikan waktu selama 3 bulan untuk segera melakukan tugas-tugasnya,” jelas Bupati

Dikatakan Bupati, keputusan yang diambilnya ini merupakan keputusan terbaik yang harus bisa dipahami bersama, mengingat Bupati merupakan milik semua masyarakat Kabupaten Manokwari.

Sementara itu, H. Ape yang hadir dalam pertemuan tersebut juga mengakui siap untuk mengikuti proses hukum yang berlaku. “Kalau saya kalah maka saya siap untuk bongkar bangunan tersebut,” tegasnya didepan Bupati serta para pimpinan Forkompinda lainnya.

Pihaknya juga meminta kepada GKI untuk nantinya bisa menerima semua keputusan hukum yang akan diambil.

Sebelumnya dapat rapat tersebut juga diwarnai dengan pembacaan 4 butir poin penyataan dari pihak gereja-gereja di Kabupaten Manokwari tentang mosi tidak percaya.

Mosi tidak percaya itu adalah pimpinan 38 gereja denominasi gereja menyatakan tidak akan menghadiri undangan bupati pada hari rabu (kemarin) karena menilai adanya pelecehan terhadap surat Bupati Kabupaten Manokwari nomor 450/546, tertanggal 1 November 2015 perihal pemberhentian pembangunan rumah ibadah di Andai.

Denominasi menilai Ape tidak menghargai lambang garuda emas yang dipakai sebagai kop Bupati Kabupaten Manokwari yang adalah pemerintahan sah di NKRI dan dinilai melanggar isi surat tersebut.

Gereja akan mendukung penuh ketua sinode di Tanah Papua yang akan menempuh jalur hukum terhadap status tanah Zending di wilayah Andai juga menyatakan jika ada para pendeta menghadiri pertemuan kemarin mewakili PGGP, BKAG dinilai merupakan sikap pribadi. Empat poin tersebut dipercayakan oleh Obed Ayok mewakili pimpinan 38 denominasi gereja di Kabupaten Manokwari. (ACS)

Tinggalkan Balasan