Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan

Bupati: Langkah Hukum Cara Tepat Selesaikan Polemik

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan menilai keputusan yang diambilnya, untuk memberhentikan sementara pembangunan rumah ibadah di Kawasan Andai Distrik Manokwari Selatan dinilai sudah tepat.

Menurut bupati langkah itu akan memberikan kepastian hukum yang akan menjadi kunci penyelesaian polemik yang terjadi sejak 2015 itu.

“Kalau menurut saya itu yang paling terbaik, karena kalau dipersoalkan karena masalah tanah Zending, ya silahkan digugat saja, karena kalau sampai GKI menang maka rumah ibadah tersebut di bongkar. Kan itu sudah jelas,” kata Bupati siang kemarin.

Bupati meminta masyarakat tetap bersabar dan menunggu keputusan pengadilan, mengingat Bupati telah memberikan tenggat waktu selama 6 bulan kepada pihak GKI maupun Sinode untuk melakukan gugatannya serta 3 bulan untuk proses FKUB menerbitkan proses rekomendasi pembangunan rumah ibadah tersebut.

“Kalau sampai 6 bulan tidak ditanggapi berarti ya dan keputusan FKUB sudah ada berarti saya akan ambil kebijakan,” pungkasnya.

Sedangkan terkait dengan mosi tidak percaya yang dikeluarkan akibat pembatalan demo yang direncanakan baru-baru ini Bupati mengatakan, hal tersebut dilakukan agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam aksi tersebut.

“Itu silahkan saja, kita sebagai pimpinan daerah melihat kondisi yang ada dan tidak bisa sembarang, karena jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya. (ACS)

Tinggalkan Balasan