Para Kepala Kampung, Bamuskam dan Aparatur Kampung se Distrik Rasiei Mengikuti Sosialisasi Penyaluran Dana Desa tahun 2016 di Aula Distrik Rasie Waktu Lalu.

Ada Dana Desa, Kantor Kampung Tak Lagi Dibangun dengan APBD

WASIOR, Cahayapapua.com—-  Mulai tahun depan Pemkab Teluk Wondama tidak lagi menyiapkan anggaran dari APBD untuk pembangunan kantor kampung maupun balai kampung. Pembangunan sarana penunjang pemerintahan kampung itu nantinya akan dibiayai dari Dana Desa.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Hendrik Rico Tetelepta menyampaikan itu pada acara sosialiasi penyaluran Dana Desa 2016 di kantor distrik Rasiei, belum lama ini.

Pagu Dana Desa untuk Kabupaten Teluk Wondama tahun 2016 meningkat signifikan dibanding tahun 2015 yakni dari Rp 21 miliar naik menjadi Rp 47,9 miliar. Peningkatan ini mendongkrak Dana Desa yang diterima seluruh kampung di Wondama. Setiap kampung rata-rata mendapat Rp.600 juta.

Jika ditambah dengan alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBD sebesar Rp 45 miliar, maka dana yang masuk ke rekening kampung di Wondama menembus Rp.1,2 miliar. Dengan dana yang cukup besar itu, diharapkan kampung atau desa bisa membiayai sendiri banyak kegiatan pembangunan di wilayah masing-masing.

“Sekarang yang penting kualitasnya harus diperhatikan supaya jangan dibangun berulang-ulang,” ujar mantan Kepala Bappeda Wondama ini.

Tetelepta menambahkan, Dana Desa juga bisa dipakai untuk membangun rumah bagi warga kurang mampu. Dia mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo sewaktu berkunjung ke Manokwari baru-baru ini.

“Nanti diperkuat dengan peraturan bupati,”pungkas pria yang pernah menjadi Kepala Distrik Rumberpon. (BRV)

 

Tinggalkan Balasan