Welem Isim (melipat tangan) saat berdiri dipuing-puing rumah dapur rumahnya terbawa derasnya arus sungai di daratan Prafi. Hujan dalam beberapa terakhir di Manokwari telah menyebabkan sejumlah bangunan, jembatan dan jalan rusak. Hujan deras juga menyebabkan beberapa kampung di Pegunungan Arfak beberapa waktu lalu dilanda bencana longsor.

Jalan, Jembatan dan Rumah Warga Rusak dalam Beberapa Jam

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Hujan yang turun beberapa hari belakangan ini telah menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Manokwari lumpuh total akibat banjir. Beberapa lokasi di dalam kota dan luar kota Manokwari tergenang air luapan sungai.

Bupati bersama wakil Manokwari, Jumat (22/4) meninjau beberapa lokasi yang mengalami dampak banjir, seperti Wosi Transito, serta Distrik Warmare, Prafi, Masni dan Sidey.

Saat kunjungan berlangsung, air di beberapa lokasi banjir sudah surut. Namun, warga mengaku, ketinggian air saat banjir yang terjadi mencapai dada orang dewasa.

Seperti yang disampaikan salah satu warga Wosi Transito, dimana hujan yang turun sejak siang hingga malam hari itu telah membuat puluhan rumah terendam banjir lumpur. Sumur mereka pun tercemar oleh lumpur.

Hingga kini warga masih was-was dan kuatir banjir kembali terjadi. Mereka mengharap perhatian pemerintah, mengingat ada beberapa rumah warga yang berada tepat di bibir sungai.

Masayarakat meminta pemerintah segera menormalkan sungai dari hulu hingga hilir. “Kalau hujan 1 jam lagi berarti rumah kita semua tenggelam,” kata seorang warga, yang juga mengakui semua peralatan dapurnya hanyut saat banjir.

Dari Wosi Transito, bupati dan wakil bergegas mengecek beberapa lokasi banjir diwilayah Distrik Warmare, Prafi, Masni dan Sidey.

Dalam kunjungan itu bupati dan wakil mendapati salah satu bangunan dapur milik beberapa warga di SP 3 hanyut terbawa arus sungai Mokwam. Sejumlah warga dari lima kepala keluarga terpaksa mendirikan tenda darurat untuk mengamankan barang-barangnya.

“Hujan deras sudah dari jam 6 Sore, sampai kira-kira jam 1 malam dapur dibelakangan rumah ini hanyut,” kata Welem Isim, salah satu warga yang rumahnya hanyut.

Saat bencana datang , Welem bersama beberapa sanak saudaranya bergegas membongkar rumah yang masih tersisa untuk mencegah kerusakan yang lebih para akibat banjir.

“Yang tersisa ini langsung kita bongkar karena takutnya akan b-dibawa banjir lagi, soalnya Rumah Kayu jadi,” ucapnya seraya mengharap pemerintah memperhatikan duka mereka rasakan.

Melihat kondisi warganya, Bupati dilokasi itu langsung memerintahkan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manokwari, untuk segera mendirikan tenda darurat bagi masyarakat dilokasi tersebut. Tak hanya itu Bahan makanan juga akan diberikan oleh pemerintah kepada warga sekitar.

Dari lokasi ini bupati dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kampung Kerney serta Kampung Kali Merah. Dalam perjalan rombongan mendapati satu jembatan di Kampung Kerney yang nyaris putus akibat luapan air sungai. Aksesibilitas transportasi antar dua kampung di daerah tersebut terputus bagi kendaraan roda empat.

Di Kampung Aurmios Distrik Masni, rombongan bupati mendapati beberapa ruas jalan yang dipenuhi dengan material pepohonan yang dibawa hanyut mengikuti derasnya Banjir. Tak hanya itu, sebagian Badan jalan di lokasi tersebut putus diterjang banjir, beberapa rumah warga dan rumah ibadah juga tak luput bencana ini.

Hujan deras yang terjadi Kamis, kemarin juga menyebabkan beberapa loksi di Kawasan Waramui Distrik Sidey longsor. Beberapa ruas jalan antara SP 10 menuju SP 11 dikabarkan lumpuh akibat banjir.

Dalam Tinjauan tersebut, bupati serta wakil bupati didampingi kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah, kepala Dinas Pekerjaan Umum Manokwari serta perwakilan dari Balai Sumber Daya Air (BSDA). Saat berdialog bersama warga setempat, Bupati berjanji akan menangani segala permasalahan akibat bencana tersebut.

Pemerintah Kabupaten Manokwari akan berkoordinasi bersama balai besar yang bergerak dibidang tersebut, baik jalan, jembatan, sungai, hingga irigasi. (ACS)

Tinggalkan Balasan