Sekda Kabupaten Sorong Abd. Azis (berkacamata) berjalan menuju pintu utama Lapas Manokwari, kemarin. Azis ditahan bersama Pejabat Pembuat Komitmen PPK Yahya serta Direktur PT. Kakas Raya M. Idrus dalam dugaan kasus korupsi pembangunan jalan Bolden Sesor Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) yang diduga merugikan negara Rp.3,4 miliar.

Tiga Tersangka Bolden Sesor Ditahan di Lapas Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Tiga orang tersangka kasus korupsi pembangunan jalan Bolden Sesor Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) masing-masing Sekretaris Daerah Sorsel Abd. Azis dan Pejabat Pembuat Komitmen PPK Yahya serta Direktur PT. Kakas Raya M. Idrus akhirnya dijebloskan ke Lapas Manokwari, Selasa (26/4).

Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi Papua Nikson Mahuse mengatakan ketiga tersangka tersebut ditahan di Lapas Manokwari setelah kasus ini dinyatakan memasuki tahap II dan segera diajukan ke pengadilan untuk disidangkan.

Azis, Yahya dan Idrus sebelum dipindahkan ke Lapas Manokwari pernah ditahan di kantor Kejati Papua di Jayapura setelah diperiksa di Jayapura pada 19 April 2016 lalu.

Nikson menjelaskan para tersangka terjerat kasus proyek pembangunan jalan Bolden Sesor dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sorong Selatan tahun 2012 yang terindikasi fiktif.

“Hasil audit kami dugaan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 3,4 miliar,” kata Nikson di Lapas Manokwari, kemarin sore.

Disebut fiktif, Nikson menjelaskan, karena proyek jalan Boldon Sesor tidak dikerjakan meski anggaran senilai Rp. 3,4 miliar telah dicairkan pemerintah daerah setempat.

“Ketiga tersangka dikenakan UU Tindak Pidana Korupsi pasal 2 dan 3,” jelasnya.

Selain ketiga tersangka tersebut, Nikson mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan satu tersangka lagi yang saat itu bertindak sebagai rekanan dan telah melalui pemeriksaan sebagai saksi yakni CM.

Sebelumnya dalam kasus ini Kejati Papua juga menyatakan telah memanggil mantan bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw sebagai saksi. Meski begitu Nikson menyatakan pihak Kejati masih mendalami dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam kasus ini. (MAR)

 

Tinggalkan Balasan