Ketua fraksi Otsus, Yan Anthon Yoteni

Pernyataan Ketua Fraksi Otsus Dinilai Ciderai Pakta Integritas

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Ketua Pemuda Khatolik Provinsi Papua Barat, Thomas Jefferson Baru menilai, pernyataan ketua fraksi Otonomi Khusus DPR Papua Barat, Yan Anthon Yoteni soal rencana pembukaan pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur menyalahi aturan.

“Jangan membuat sesuatu yang justru membuat masyarakat asli Papua merasa lucu dan aneh. Belum ada aturan yang menjadi dasar bagi fraksi otsus untuk membuka pendaftaran,” kata Thomas, Selasa (26/4/2016)

Tindakan ketua fraksi Otsus yang telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol dalam kaitannya dengan agenda pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua Barat 2017 mendatang.

Dinilai sebagai bentuk penghiatan terhadap pakta integritas yang telah ditandatangani oleh 11 anggota fraksi Otsus. Salah satu isi pakta tersebut adalah, tidak boleh berpolitik.

“Harusnya, fraksi otsus meningkatkan koordinasi dengan MRP Papua Barat guna mendorong regulasi yang bersentuhan dengan dengan kepentingan hak-hak orang asli Papua,” ujarnya.

Thomas menambahkan, banyak persoalan yang berlum terselesaikan dengan baik. “Rakyat papua itu mengharapkan fraksi Otsus dan MRP Papua Barat lebih banyak bersuara tentan hak-hak orang asli papua.

“Ketua fraksi otsus harus memberikan klarifikasi pernyataan itu. Ada apa ini? Raperdasus pilkada saja belum selesai sudah berbicara yang lain,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Fraksi otsus akan membuka pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Dengan alasan memiliki 11 kursi menjadi modal kekuatan bagi fraksi ini untuk melakukan hal tersebut.

“20 persen dari 56 berarti 11,2 kalau dibulatkan menjadi 12, fraksi otsus berjumlah sebelas berarti tinggal mencari satu kursi untuk mengusung bakal calon,”imbuhnya. (ALF)

Tinggalkan Balasan