Pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Gapensi Papua Barat di Manokwari Rabu kemarin.

Gapensi PB Nilai Perpres 84/2012 Sudah Tak Relevan

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Papua Barat akan mendorong adanya revisi Peraturan Presiden nomor 84/2012.

Ketua Gapensi Papua Barat Imanuel Yenu pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Gapensi Papua Barat di Manokwari, Rabu, mengatakan, Perpres berisi tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam Rangka Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dia menyebutkan, kehadiran Perpres tersebut memberi semangat yang luar biasa bagi orang asli Papua. Menurutnya, kehadiranya mampu mendorong kehadiran putra-putri Papua pada sektor swasta.

Menurutnya, ada beberapa poin dalam Perpres itu yang sudah tidak relevan dan harus dirubah. Diantaranya terkait penetapan nilai paket proyek yang bisa dikerjakan melalui penunjukan langsung kepada pengusaha asli Papua.

Sesuai peraturan tersebut, ujarnya, ada perbedaan nilai proyek antara Provinsi Papua dan Papua Barat. Baginya hal ini sudah tidak relevan, untuk itu harus disetarakan.

“Bagi Provinsi Papua Proyek senilai Rp.1 miliar bisa dikelola pengusaha asli Papua tanpa proses lelang. Semenara bagi Papua Barat hanya Rp.500 juta kebawah,” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah daerah turut membantu Gapensi agar upaya ini mendapat restu dari pemerintah pusat. Ia ingin pengusaha asli Papua di Papua Barat berkembang sebagaimana halnya di wilayah Provinsi Papua.

Pada Muskerwil kemarin, kata dia, hal ini menjadi salah satu prioritas pembahasan. Evaluasi pun dilakukan untuk terhadap kiprah dan program kerja Gapensi selama lima tahun belakangan ini.

Dia menjelaskan, saat ini masih banyak putra-putri Papua yang belum memiliki orientasi pada sektor swasta. Pada sektor swasta masih terbuka lebar dan sangat menjanjikan.

“Anak-anak Papua masih senang memakai baju dinas. Bagi mereka berjualan bukan pekerjaan, kontraktor bukan pekerjaan. Mereka masih lebih senang menjadi pegawai negeri sipil,” ujarnya.

Imanuel menilai Papua dan Papua Barat, saat ini menjadi daerah terbuka. Banyak pengusaha dari luar daerah datang dan bekerja di daerah ini.

Ia mengimbau, orang Papua tidak  takut bersaing dengan pengusaha dari luar daerah. Dia juga berharap pengusaha besar dari luar daerah menggandeng dan membina pengusaha Papua. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan