Suasana Kursus bahasa Perancis di Kodim 1703 Manokwari.

Kursus Gratis Bahasa Perancis Kodim Manokwari Diganjar Apresiasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com—— Pemerintah Provinsi Papua Barat mengapresiasi kursus gratis bahasa inggris dan perancis yang dilaksanakan Komando Distrik Militer 1703 Manokwari.

Kepala Bidang Pendidikan Informal dan Nonformal Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Adolfina Oray di Manokwari, Kamis, mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung pelaksanaan kursus gratis bagi siswa SMA dan SMK tersebut.

Ia mengaku kaget saat melihat kemampuan para peserta didik dalam kegiatan kursus tersebut. Sebab, peserta sudah mampu berkomunikasi dengan bahasa asing.

“Kami sangat berterimakasih kepada pak Dandim atas inisiatifnya. Bahkan kursus bahasa asing ini dilaksanakan secara gratis,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya, program ini sangat menunjang program Dinas Pendidikan dalam menyiapkan siswa yang akan diberangkatkan keluar negeri melalui program beasiswa.

“Kursus ini bisa mempermudah proses keberangakatan. Karena tidak perlu menghabiskan waktu untuk belajar bahasa asing. Mereka siap diberangkatkan untuk belajar sesuai bidang studinya di negara studi,” kata dia lagi.

Saat meninjau kegiatan kursus itu, Adolfina sempat menyapa peserta khusus dan meminta agar peserta lebih rajin. Bagi siswa yang berprestasi, pihaknya akan mengupayakan beasiswa luar negeri.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Dinas pendidikan akan membantu beberapa fasilitas untuk kelengkapan fasilitas kursus tersebut.

Koordintar Program Kursus Kodim 1703 Manokwari, Lamria Situmorang mengatakan kursus sudah berjalan selama  satu bulan. Aktivitas belajar dilaksanakan empat kali dalam seminggu.

“Untuk bahasa Perancis kita laksanakan setiap hari Selasa dan Kamis. Sementara bahas Inggris hari Rabu dan Jumat,” kata dia.

Dia menuturkan, animo peserta pada kursus bahasa Inggris cukup tinggi. Sementara bahasa Perancis cenderung kurang. Menurutnya, hal itu karena bahasa Perancis kurang familier di wilayah Manokwari.

“Sejauh ini saya melihat semangat peserta luar biasa, dan memang dalam kursus ini kami lebih menekankan agar peserta berani berbicara,” ujarnya lagi.

Istri Dandim 1703 Manokwari ini menambahkan, pihaknya mengupayakan agar peserta terbiasa dengan bahasa inggris dan perancis layaknya bahasa yang mereka gunakan sehari-hari.

“Memang butuh waktu, kami yakin ketika hal itu terbiasa dilakukan, mereka akan semakin percaya diri. Ini yang kami tekankan agar mereka tidak sekedar memahami bahasa inggris dan perancis secara teoritis,” katanya.

Pihaknya berupaya mengaplikasikan agar berbahasa inggris dan perancis menjadi skill atau keterampilan para peserta. Dengan demikian, hal itu akan menjadi modal bagi mereka, baik untuk bekerja maupun studi di luar negeri. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan