Ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Teluk Bintuni Jumat turun tangan bekerja bakti di area Gedung Serba Guna Kabupaten Teluk Bintuni, lokasi yang akan dipakai sebagai tempat pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Papua Barat ke 6 pada 14-20 Mei mendatang.

PNS Teluk Bintuni Dikerahkan Bersihkan Area MTQ Provinsi

BINTUNI, Cahayapapua.com—– Ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Teluk Bintuni Jumat turun tangan bekerja bakti di area Gedung Serba Guna Bintuni, lokasi yang akan dipakai sebagai tempat pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Papua Barat ke 6.

Kerja bakti massal tersebut merupakan bagian dari persiapan final pemerintah setempat menyambut kedatangan perwakilan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Papua Barat pada pelaksanaan MTQ pada 14-20 Mei 2016.

Penjabat Bupati Teluk Bintuni Ishak L. Hallatu menyatakan, kerja bakti itu merupakan salah satu tugas ASN untuk memastikan bahwa tamu undangan dari luar daerah benar-benar merasa nyaman saat mengikuti pelaksanaan iven dua tahunan tersebut.

“Kesiapan kota perlu bersih dan rapi. Karena sebagian merupakan tanggung jawab aparat pemerintah,” kata Ishak L. Hallatu dalam arahan Apel pagi sebelum memulai kerja bakti.

Kerja bakti para pegawai itu difokuskan di dalam Gedung Serba Guna, halaman dan lingkungan sekitar.

Hallatu juga mendorong masyarakat bahu-membahu membantu pemerintah membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Pemerintah juga telah meminta dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait membersihkan sisa-sisa material longsor dan lokasi yang sering menjadi langganan banjir.

“Minggu depan kami akan lakukan kerja bakti selama tiga hari berturut-turut mulai dari Selasa, hingga Kamis,” kata Hallatu.

Pemerintah juga berencana memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak parah di beberapa titik, seperti jalan di Tahota dan Pintu Batu.

“Meskipun ruas jalan itu masuk wilayah kabupaten Manokwari Selatan dan merupakan jalan perusahaan kayu, pemda Bintuni tetap akan melakukan perbaikan,” kata Hallatu.

Menurut Hallatu, selain untuk menyambut peserta MTQ, ruas jalan itu akan tetap diperbaiki karena merupakan jalur ekonomi dan akan dilalui rombongan tur sepeda Polda Papua Barat pada 5 Mei.

MTQ Papua Barat ke 6 diperkirakan menelan anggaran Rp. 12 miliar. Pemerintah setempat berharap panitia bisa merasionalisasi kebutuhan keuangan karena alasan keterbatasan anggaran daerah.

Meski begitu, Bupati menambahkan, pemerintah Papua Barat akan memberi bantuan namun jumlah anggaran tersebut belum diketahui dirinya. (ART)

Tinggalkan Balasan