Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Mnukwar, Barnabas Mandacan .

Barnabas: Kantor DAP Bukan untuk Lokasi Demonstrasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com—— Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Mnukwar, Barnabas Mandacan melarang pemanfaatan kantor tersebut untuk melakukan aksi demonstrasi.

Kepada wartawan, Jumat, barnabas mengatakan, kantor DAP merupakan tempat untuk menampung aspirasi yang bermanfaat bagi pembangunan serta kepentingan masyarakat adat.

“Hendaknya kantor DAP dimanfaatkan untuk kegiatan yang bersifat positif. Masyarakat harus mendukung, mendorong dan mengawal program-program pemerintah agar betul-betul mensejahterakan masyarakat,” kata dia

Dia pun mengingatkan para investor yang datang dan akan melaksanakan aktivitas pembangunan di daerah ini berkoordinasi dengan DAP. Hal ini penting untuk mengansipasi persoalan menyangkut hak ulayat lahan.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat menjalankan aktivitas dengan baik, serta tidak terpengaruh dengan aksi demo yang tidak menguntungkan masyarakat.

“Kami sampaikan bahwa kami melarang aksi demo yang menentang pemerintah. Bila ada aksi demo yang tidak sesuai prosedur dan menentang pemerintah/ melanggar hukum maka kami sebagai ketua DAP tidak bertanggung jawab,” ujarnya lagi.

Ketua Harian Barisan Merah Putih Leonardo Tuturop mengatakan, Papua bagian dari NKRI yang terhitung sejak 1 Mei 1963. Papua secara sah berintegrasi dengan NKRI. Sejak itu keberadaan Papua sebagai bagian dari NKRI telah final dan diakui oleh dunia internasional.

Menurutnya, sejarah Papua berintegrasi dengan NKRI atas keinginan seluruh masyarkat Papua yang diwakili oleh tokoh-tokoh masyarakat Papua saat itu. “Kita harus menghormati dan menghargai para tokoh masyarakat yang telah berjuang saat itu,” ujarnya.

Ia mengajak pemuda Papua terus berkarya, mempersiapkan diri untuk berkarir dan melibatkan diri dalam proses pembangunan. Sebab, banyak hal yang harus dilakukan untuk membangun daerah ini.

“Saat ini pemerintah pusat sedang genjar membangun Papua. Banyak program infrastruktur diarahkan ke Papua, seperti tol laut pembangunan infrastruktur transportasi kereta api dan pembangunan lain,. Menurut saya, tidak elok jika pemuda hanya menonton,” katanya. (ALF)  

Tinggalkan Balasan