Kepala BPBD Kabupaten Pegaf Teri Dowansiba SH,M,Th

Korban Hilang Akan Dicari Hingga Ditemukan

ULLONG, Cahayapapua.com—– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pegunungan Arfak, Teri Dowansiba SH, M,Th mengakui musibah banjir bandang dan longsor, Minggu (17/4/2016) lalu, tidak disangka dan merupakan pengalaman pertama bagi instansinya.

“Satu tahun enam bulan BPBD Pegaf terbentuk. Dan bencana kemarin, merupakan pengalaman berharga bagi instansi kami,” kata Teri Dowansiba, Selasa (26/4/2016).

Sikapi kondisi tersebut, Teri Dowansiba, hingga saat ini pencarian terhadap dua warga yang hilang yaitu Apolos Nuham (14 tahun) dan Oktovina Insen (23 tahun) masih terus dilakukan.

“Itu perintah Bupati Pegaf yang kami laksanakan. Saat ini kami pun sedang mendata segala hal yang dibutuhkan warga yang mengalami musibah banjir bandang dan longsor,” kata Teri Dowansiba.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir mengatakan, informasi bencana yang terjadi di Pegunungan Arfak sudah diketahui secara nasional.

Pemerintah Pusat, kata dia, menjadikan penanganan bencana sebagai bagian dari prioritas program nasional.Selain memantau penangangan bencana, tim BNPB akan menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji dan peralatan yang dibutuhkan.

“BNPB akan membantu biaya kepada Pemkab Pegaf. Namun kami belum tahu berapa bantuan anggaran yang akan diberikan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini Pegunungan Arfak masih berstatus tanggap darurat. Masa tanggap darurat ditetapkan sejak banjir terjadi dan akan berlangsung selama 14 hari.

“Kita akan evaluasi penanganan selama 14 hari ini. Apakah masa tanggap darurat harus diperpanjang atau sudah bisa kita cabut,” kata dia seraya menambahkan, masa tanggap darurat masih berlangsung hingga enam hari kedepan.

Dia menilai, korban bencana banjir dan longsor yang menimpa Pegaf Minggu (17/4/2016) sudah sangat masiv dan ekstrim. Selain merusak rumah warga bencana itu pun merusak fasilitas umum lainya.

Dia menambahkan, hingga kini dua korban hilang yakni Apolos Nuham (14 tahun) dan Oktovina Insen (23 tahun) belum ditemukan. Namun pihaknya optimistis untuk melakukan pencarian.

“Apa pun kondisinya, kami akan mencari hingga korban ditemukan. Kami akan mencari hingga keluarga melihat dan merawat jasad dua korban itu,” pungkasnya. (YOS)

Tinggalkan Balasan