Tenda pengunsian korban bencana Banjir-Longsor Distrik Hingk, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Michael Wattimena : Rp 40 Miliar Akan Dialokasikan Untuk Normalisasi 5 Sungai di Distrik Hingk

MANOKWARI, Cahayapapua.com—— Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Michael Wattimena, Minggu (1/5/2016) kemarin melakukan kunjungan ke lokasi banjir bandang dan longsor di Distrik Hingk, Kabupaten Pegunungan Arfak. Kunjungan ini dalam rangka reses dan melihat dari dekat musibah yang dialami oleh masyarakat di Distrik tersebut.

Ikut serta dalam kunjungan ini Kepala Balai Sumber Daya Air Provinsi Papua Barat, Kepala Satker Jalan dan Jembatan wilayah Manokwari 1, Ketua Komisi C DPR Provinsi Papua Barat. Kunjungan Wattimena ini langsung diterima oleh Bupati Pegunungan Arfak bersama dengan Pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Pegunungan Arfak.

Pada kesempatan ini, Wattimena meninjau rumah warga yang mengalami musibah sekaligus mengecek sungai yang meluap saat banjir bandang terjadi. Ia bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi masyarakat di posko tanggap darurat di Kantor Distrik Hingk.

Disini Wattimena berkesempatan untuk menyerahkan bantuan sembako berupa beras, mie instan dan kebutuhan lainnya.

Bupati Pegaf, Yosias Saroy dalam sambutannya mengungkapkan banjir bandang telah memakan korban jiwa, kerugian berupa kerusakan rumah dan kebun warga. “Ada lima korban yang dilaporkan hilang dan sampai saat ini satu korban belum ditemukan,” ujarnya.

Ia mengaku masih kuatir apabila terjadi banjir bandang dan longsor susulan. Untuk itu perlu segera dilakukan normalisasi kali agar masyarakat yang menetap di distrik Hingk, tidak hidup dalam kecemasan.

“Tidak hanya normalisasi, tapi juga butuh relokasi pemukiman warga yang hidup dibantaran kali. Dan semua itu butuh dana besar, termasuk fasilitas air bersih dan penerangan jalan. Kami harap Pak Wattimena bisa mengupayakan adanya bantuan di APBN Perubahan atau APBN tahun 2017,” harap bupati.

Mendengar hal ini, Michael Wattimena berjanji akan mengupayakan keinginan masyarakat dengan disampaikan harapan itu kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan Pera) Direktorat Jendral Sumber Daya Air (SDA) yang merupakan mitra Komisi V DPR RI.

“Bantuan berupa normalisasi pembuatan bronjong dan mengembalikan alur di sungai Aropnei, Amber, Reihak, Sop dan Hingk dengan total dana sebesar Rp 40 Miliar. Tidak hanya 5 sungai, kedepan akan diupayakan normalisasi 6 sungai lainnya yang berada di wilayah Distrik Hingk,” ucapnya.

Wattimena menambahkan Kabupaten Pegaf juga butuh jembatan, karena banyak aliran kali yang merusak ruas jalan menuju kabupaten yang baru devinitif tiga tahun silam. “ Kami dari Komisi V DPR RI akan mengupakan ada dukungan dana dari APBN untuk pembangunan jembatan di kabupaten ini,” janjinya.

Selain memberikan bantuan sembako, Wattimena juga menyerahkan dana sebesar Rp 1.2 Miliar kepada Pemerintah Distrik Hingk. Dana tersebut merupakan dana Aspirasi DPR RI yang juga akan diserakan Wattimena kepada seluruh Distrik di Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan.

Tak hanya Distrik Hingk, Wattimena beserta rombongan juga meninjau lokasi banjir yang berada di bendungan Aimasi, Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Akibat banjir, bendungan Aimasi rusak parah sehingga membutuhkan penanganan secepatnya.

Kepala Balai Sumber Daya Air Provinsi Papua Barat, H.M Asdin Thalib mengatakan, untuk perbaikan bendungan Aimasi, pihaknya mengalosikan dana Rp 15 Miliar. Ia berharap ada bantuan tambahan sebesar Rp 20 Miliar dari APBN agar pembangunan bendungan bisa rampung dengan baik dan tidak terjadi banjir di kemudian hari.

“Kami sudah anggarkan Rp 15 M, kami harapkan Pak Wattimena bisa mengupayakan dana tambahan sebesar Rp 20 M untuk diusulkan di APBN Perubahan,” harapnya. (YOS)

Tinggalkan Balasan