Pegunungan Arfak

2017 Pemerintah Sediakan Pesawat Barang ke Pengunungan Papua

SORONG, Cahayapapua.com——  Pada tahun 2017, Pemerintah Republik Indonesia akan mengadakan angkutan barang dengan menggunakan pesawat udara bersubsidi untuk menghubungkan sejumlah wilayah di pegunungan Papua.

“Pak Presiden minta harus ada angkutan barang dengan menggunakan pesawat udara yang terjadwal, sehingga harga barang di daerah pegunungan Papua dapat terjangkau,” ungkap Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ignasius Jonan, di Bandara DEO Kota Sorong, Sabtu (30/4).

Menurutnya, selama ini barang yang diangkut menggunakan pesawat udara masih milik perusahaan swasta, sehingga membuat harga barang melambung tinggi, sepert harga semen yang mencapai Rp 800.000/zak.

“Saya mengalami sendiri waktu menyelesaikan terminal bandara di Kabupaten Wamena. Itu semen diangkut pakai pesawat udara, tiang alumunium, tiang baja juga diangkat pakai pesawat udara, harga semen juga 800 ribu, ini kita coba untuk menekannya,” ujarnya.

Meski tol laut telah dijalankan, tetapi menurut Menteri Perhubungan, hal itu tidak dapat menjagkau masyarakat di daerah pegunungan. “Tol laut udah jalan tapikan tidak dijangkau oleh saudara-saudara kita di pegunungan, mudah-mudahan tahun depan (2017) sudah terealisasi,” kata Jonan.

Lebih lanjut Jonan menambahkan, pemerintah pusat mengiginkan adanya pembangunan yang merata di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Meski ukurannya berbeda sesuai dengan kebutuhan daerah, tetapi kualitas pembanguan harus sama.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Kota Sorong, asal daerah pegunungan Papua, Yoel, mengaku senang mendengar rencana pemerintah pusat. Menurutnya, penyediaan pesawat udara untuk mengangkut barang ke daerah pegunungan sangat tepat yang diyakini dapat membantu masyarakat.

Pasalnya, saat ini, untuk melakukan pembangunan di seluruh pegunungan Papua, harus menggunakan transportasi udara untuk memuat seluruh bahan materil. Otomatis membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Disana (pegunungan Papua), kalau mau buat rumah ka, bangunan kantor begitu, mau angkat semen atau kebutuhan lain, harus pake pesawat, jadi uang habis di transportasi saja, belum lagi untuk kebutuhan lainnya,” ujar Yoel.  Oleh karenanya, Yoel meminta agar masyarakat di Pegunugan Papua, dapat mendukung rencana pemerintah pusat untuk membangun daerah Papua maupun Papua Barat. (NSR)

Tinggalkan Balasan