Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Maryam, S.Pd,. M.Si. Guru di SMAN 2 manokwari dan Staf Pengajar pada STKIM Muhammadiyah Manokwari

Maryam, S.Pd,. M.Si. Guru di SMAN 2 manokwari dan Staf Pengajar pada STKIM Muhammadiyah Manokwari

PENGUATAN merupakan hal yang positif bagi setiap anak (individu), dimana setiap anak dalam melakukan kegiatan membutuhkan bantuan dari orang sekitar untuk menyakinkan bahwa apa yang dilakukan adalah baik. Tanpa penguatan, seseorang merasa belum nyata dalam melaksanakan sesuatu. Dalam melakukan suatu kegiatan kadang kita meminta pendapat orang lain sebagai saran baik berupa informasi ataupun penyediaan fasilitas yang akan digunakan dalam membantu kita untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dukungan yang berupa saran bermaksud agar pelaksanaan kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana dan tujuan yang diharapkan. Dukungan-dukang yang diberikan dari orang sekitar kita inilah yang dinamakan sebagai penguatan.

Bentuk-bentuk dukungan (penguatan) diantaranya dapat berupa: pertama, Sarana dan prasarana yang merupakan bentuk dukungan berupa alat dan bahan atau segala fasilitas yang dibutuhkan dalam membantu melaksanakan kegiatan mencapai tujuan, misalnya seorang anak mempunyai bakat menjadi dokter maka diperlukan kemampuan intelektual tinggi. Untuk memcapai intelektual tersebut diperlukan dukungan fasilitas (sarana prasarana ) dan peran aktif dari beberapa pihak seperti masyarakat, orang tua maupun stakeholder.

Sarana prasarana, merupakan bentuk dukungan berupa fasilitas alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dalam menempuh apa yang diharapkan. Pembiayaan, merupakan hal yang tidak kala penting dari sarana prasarana “tidak ada pembiayaan maka kegiatan terhenti” namun konsep ini tidak perlu menjadi patokan untuk menempuh cita-cita, contoh jika kita pintar walaupu kita tidak punya biaya maka kita akan dibantu oleh pemerintah melalui beasiswa. Masyarakat (orang tua), merupakan faktor utama dari dua hal di atas, mengapa? walaupun sarana prasarana dan biaya terpenuhi namun belum tentu cita-cita tercapai jika orang tua tidak mendukung. Ketiga hal diatas merupakan motivasi, jika ada motivasi yang kuat datangnya dari orang tua sedangkan dua faktor pendukung lainnya sarana prasarana dan biaya merupakan faktor mempercepat tercapainya cita-cita.

Motivasi yang kuat datangnya dari lingkungan keluarga dalam hal ini orang tua, orang tua yang selalu memberikan dukungan berupa motivasi akan memberi dampak yang sangat positif bagi anak pada masa-masa pembentukan perkembangan diri. Masa-masa ini anak perlu dibentuk sesuai yang diharapkan, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang sesuai masanya.

Anak sejak lahir ke dunia, langsung membutuhkan kasih sayang orang tuanya, sebagai contoh langsung memberikan nutrisi berupa susu asi sebagai bahan asupan makanan agar tetap hidup sehat. Kepedulian ini wajib dilakukan oleh orang tua semasa anak menempuh pendidikan. Akan lepas tanggunjawab jika anak tersebut sudah menjadi anak dewasa yang berpikiran dewasa. Jika orang tua melapas tanggujawab maka anak akan tubuh liar bagaikan anak ayam kehilangan induknya.

Sebagian besar anak yang mengalami kesulitan (gagal) dalam menempuh dunia pendidikan disebabkan karena tidak ada kepedulian atau tidak ada dukungan orang tua terhadap anak tersebut, sebagai contoh anak yang orang tuanya bercerai, anak yang hidup sendiri (tanpa bimbingan orang tua) , atau anak hidup dengan orang tua yang tidak peduli terhadapnya. Dukungan ini sangat dibutukkan seorang anak dalam menempuh pendidikan, karena pendidikan yang pertama kali di dapat oleh anak adalah pendidikan yang terjadi di rumah kita, apakah orang tua selama di rumah memperhatikan kebutuhan belajar anaknya dari fasilitas pendukung sampai kebutuhan jasmani maupun bimbingan rohani.

Anak yang mendapat pendampingan dari orang tua akan membentuk jiwa anak yang beriman , berakhlak mulia, jujur, tanggung jawab, disiplin, saling menghormati dan menghargai, serta sikap-sikap teladan lainnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kepedulian orang tua terhadap anak dalam menempuh pendidikan sebagai berikut : 1) Memahami karakteristik Anak: Orang tua wajib mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anaknya, apakah berada pada tahap normal atau tidak normal. 2) Mencari solusi terhadap karakteristik: Jika orang tua telah mengetahui kelabihan ataupun kekurangan yang dialami anak, maka orang tua wajib mencari solusi untuk mengatasi karakteristik tersebut dengan cara berkonsultasi ke beberapa pihak sebagai pendukung, misalnya guru, pakar pendidikan ataupun pakar spikolog, dan lain-lain. 3) Menyediakan daya dukung terhadap solusi: Orang tua diharapkan menyediakan fasilitas terhadap apa yang menjadi solusi dalam mengatasi kelebihan atau kekurangan yang dimiliki anak, seperti anak tidak mampu belajar maka orang tua mencari guru privat yang dapat membuat anak tersebut mampu mengikuti pelajaran.

Jika orang tua telah melaksanakan tiga hal tersebut diatas maka sudah pasti anak tidak akan mengalami kesulitan dalam menempuh pendidikan dan akan berhasil mencapi tujuan sesuai apa yang menjadi cita-citanya. Oleh karena hal tersebut di atas maka Peranan orang tua sangat dibutuhkan oleh anak dalam menempuh pendidikan.(*)

Maryam, S.Pd,. M.Si
Guru di SMAN 2 manokwari dan Staf Pengajar pada STKIP Muhammadiyah Manokwari

Tinggalkan Balasan