Pemprov Segera Koordinasikan Pembebasan Lahan Rel Kereta Api

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Pemerintah Provinsi Papua Barat akan segera berkoordinasi untuk proses pembebasan lahan yang akan dilalui jaringan rel kereta api. Pihaknya akan bergegas agar proyek pembangunan perkeretaapian di daerah ini bisa dimulai tahun ini.

Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibui di Manokwari, beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya akan segera berkordinasi dengan pemerintah tingkat kabupaten/kota serta menggelar pertemuan dengan seluruh masyakat serta berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dia menjelaskan, program perkeretaapian di wilayah tersebut merupakan lombatan teknologi yang menjadi bagian nawacita pembangunan Presiden Joko Widodo.

“Dulu saya mengira bahwa program itu tidak mungkin bisa dilaksanakan di wilayah Papua, karena topografi alam di Papua sangat ekstrim, ada gunung, lembah dan sungai-sungai besar. Ternyata dugaan saya salah, karena kereta api kini sudah didepan mata dan tidak lama lagi masyarakat Papua Barat bisa menikmatinya,” kata dia.

Dia mengungkapkan, selama ini masyarakat Papua Barat hanya bisa mengandalkan kapal dan pesawat untuk bertransportasi. Untuk perjalanan darat antara kabupaten, hanya bisa ditempuh melalui mobil dua gardan yang biaya sewanya sangat mahal.

Ia yakin, setelah kereta api ada di Papua Barat aksesibilitas transportasi darat akan semakin mudah, murah dan cepat.  Hal itu mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Saya berharap, masyarakat mendukung penuh program ini. Ini program nasional yang diturunkan ke daerah untuk membantu masyarakat Papua Barat biar lebih sejahtera,” ujarnya lagi.

Irene mengimbau para bupati dan walikota segera berkoordinasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing, terutama warga yang bermukim di area yang akan dilalui jalur kereta.

“Program ini tidak membuat daerah susah, karena seluruh biaya pembangunan ditanggung pemerintah pusat. Pada program ini Papua Barat menjadi prioritas, untuk itu kita harus berterima kasih dan memperlancar program ini,” katanya lagi.

Terpisah kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Papua Barat, Bambang Heriawan Soesanto, mengatakan pihaknya akan segera menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bidang perkeretaapian. Hal ini dilakukan untuk mendukung program pengembangan perkeretaapian yang dilaksanakan pemerintah pusat di Papua Barat.

Dia menyebutkan, tahun ini Papua Barat akan mulai memberangkatkan siswa untuk menempuh pendidikan di Akademi Perkeretapian Indonesia (API) Madiun, Jawa Timur.

“Kami sudah datang dan melakukan komunikasi awal ke API Madiun. Kami akan mengupayakan agar ada MOU (Memorandum of Understanding) antara pemerintah Papua Barat dengan pihak kampus,” kata dia.

Selain API Madiun, pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, Jawa Barat. Ia berharap, pada penerimaan taruna 2016, Papua Barat bisa mengutus siswa untuk menempuh pendidikan di dua kampus tersebut.

Dia memastikan perekrutan SDM Perkeretaapian ini akan berlangsung transparan dan merata di setiap kabupaten/kota Papua Barat. Pihaknya mengupayakan agar ada perwakilan dari setiap wilayah yang akan dilalui trase kereta api.

“Kita ingin program perkeretaapian di Papua Barat sukses dan tidak ada masalah dikemudian hari. Satu hal yang diharapkan masyarakat dalam program ini adalah membuka lapangan kerja, dan ini akan segera terwujud,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan menanggung biaya pendidikan para siswa dari Papua Barat. Kajian akan dilakukan untuk mengetahui kota SDM yang dibutukan pada pengelolaan program perkeretaapian.

Direktur Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwi Atmoko pada rapat Koordinasi di Manokwari, Kamis berharap Perguruan Tinggi di Papua Barat mendukung program ini.

Menurutnya, Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta di daerah tersebut menyiapkan jurusan perkeretaapian. Hal ini dipenting, sebab teknology Perekeretaapian di Papua Barat akan semakin berkembang.

“Misalnya di Unipa (Universitas Papua), bisa menyiapkan jurusan-jurusan yang mendukung program ini. Peran Kampus sangat besar terhadap program perkeretaapian,” kata dia. (ALF)

Tinggalkan Balasan