Sekda Pegaf Ir Daniel Mika saat menerima paket bantuan dari Kodim 1703 Manokwari, Sabtu 30 April 2016.

Kodim Manokwari Bantu Korban Longsor Pegaf

PEGAF, Cahayapapua.com——- Komando Distrik Militer 1703 Manokwari menggelar bakti sosial untuk membantu korban bencana tanah longsor di distrik Hingk, Kabupaten Pegunungan Arfak. 20 personil Kodim diutus pada misi kemanusiaan yang berlangsung Jumat dan Sabtu lalu.

Sebelum berangkat personil mengikuti apel dihalaman Makodim. Dandim 1703 Manokwari, Letkol Infantri Andy Parulian memimpin langsung apel tersebut.

Para prajurit nampak semangat untuk melaksanakan misi kemanusiaan itu. Meski medan di kabupaten yang berada di ketinggian 2.800 meter dari permukaan laut ini sangat berat. Apalagi saat ini musim hujan, jalan – jalan kerap longsor.

Sebelum melepas personilnya, Dandim membeberkan tugas personilnya ketika tiba dilokasi  bencana alam. Salah satunya menyerahkan bantuan berupa bahan makanan dan tenda. Kemudian membantu mendirikan tenda-tenda darurat di pengungsian. Usai memberikan arahan singkat, Dandim langsung memimpin doa.

Tepat pukul 08.30, empat unit mobil Hilux yang disewa Kodim 1703 Manokwari langsung bergerak beriring-iringan meninggalkan Makodim. Rencana awal tim akan kembali hari itu juga. Mengingat biasanya untuk ke Pegaf hanya dibutuhkan waktu empat jam melalui jalur Distrik Minyambou.

Tidak semua personil  bisa duduk didalam mobil. Sehingga sebagian terpaksa duduk di bak belakang. Mereka harus berdesak-desakan pula karena memang mobilnya kecil. Apalagi dua mobil khusus untuk mengangkut bahan-bahan yang akan diserahkan kepada korban bencana alam.

Tanah longsor selama perjalanan menjadi momok yang menakutkan. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan terjadi longsor. Sepanjang perjalanan menanjak bukit-bukit, dua bukit diantaranya sangat menguji nyali. Bagaimana tidak, disisi kanan mobil ada gunung yang selalu siap mengancam akan melepas bebannya berupa tanah dan batu. Sementara di sisi kiri terdapat jurang yang sangat dalam. Belum lagi jalan yang sempit dan licin. Beruntung Tim diantar supir yang handal dan berpengalaman.

Beberapa kali perjalanan harus berhenti. Sebab, jalanan tertutup tanah longsor. Beruntung ada alat berat (eksavator) yang standby di sekitar lokasi tersebut, sehingga kendaraan bisa melintas. Kendala terberat terjadi saat melintas di tanjakan gunung tanah merah.

Dari empat kendaraan yang mengantar tim, hanya dua yang bisa lolos melewati tanah lumpur berwarna merah itu. Salah satu supir yang berhasil menaklukan lumpur itu berinisiatif untuk menarik kendaraan dengan tali.

Tetapi niatnya tidak bisa diwujudkan karena tali yang ada pendek sekali. Kendaraan lain pun berusaha keras untuk menaklukan tanjakan yang selama ini menjadi momok yang menakutkan bagi supir baru di jalur menuju Pegaf.

Saat yang bersamaan sebuah mobil Hilux berwarna merah melintas dan hanya sekali percobaan langsung bisa menaklukan medan berat itu. Seperti Tuhan mengutus penolong saat Tim dalam kesulitan. Selain memiliki tenaga yang kuat, mobil yang mengangkut drum minyak itu dilengkapi tali yang disiapkan untuk menarik kendaraan jika tertanam. Setelah berjibaku dengan medan berat, akhirnya sekitar pukul 17.00 Wit, Tim tiba di Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Danramil Anggi Kapten Dewa yang memimpin Tim langsung memerintahkan semua rombongan menuju Koramil Anggi. Alasannya, tidak memungkinkan lagi menuju Distrik Hink karena hari sudah hampir malam. Setibanya di Markas Koramil, personil yang pakaiannya basah langsung menghangatkan di atas api yang dinyalakan dibelakang Koramil.

Selanjutnya melahap makanan yang dibawa dari Manokwari. Nasi dan ayam yang dibungkus masih utuh terbungkus. Kecuali bungkusan sayur sudah basah, tapi tetap lahap dimakan. Sungguh diluar dugaan akan bermalam didaerah yang sangat dingin.

Apalagi semua personil tidak siap untuk bermalam. Kondisi itu bukan kendala bagi Personil TNI, meski banyak juga yang mengeluhkan udara dan cuaca dingin. Salah seorang personil Koramil Anggi nampak tidak terbebani dengan suhu dingin.

“Dingin juga mas. Tapi mau gimana lagi. Ini tempat tugas. Lama-lama juga bisa tahan dinginnya,” tuturnya dengan nada santai.

Banyak yang tidak bisa tidur karena suhu yang sangat dingin. Pukul 05.00 Wit sebagian sudah mulai bangun bercengkerama didalam Koramil. Bahkan, sebagian sudah ada yang jalan-jalan menikmati suhu yang dingin. Ada juga personil yang memotret menggunakan ponsel untuk mengabadikan pemandangan Pegaf di pagi hari.

Sekitar pukul 08.00 Wit, Tim menggelar apel di halaman Koramil. Selanjutnya menemui Bupati Pegaf, Yosias Saroy dikediamannya. Kemudian Tim menyerahkan sejumlah bantuan kepada korban di Posko yang ada di Kantor Bupati Pegaf. Antara lain, tenda keluarga 2 unit, tenda gulung 50 lembar, beras 300 liter, mie instan 10 karton, kecap manis 15 karton, saus sambal 15 karton, sardine (ikan kaleng) 60 karton dan minyak goring 20 karton. Bantuan diterima Sekda Pegaf, Daniel Mika.

Setelah menyerahkan bantuan, tim bergerak menuju Distrik Hingk. Medan berat pun dihadapi hingga satu mobil yang membawa rombongan tak mampu mendaki jalan berlumpur di lokasi tersebut. Atas bantuan supir lain, mobil itu pun berhasil lolos.

Sekitar pukul 08.30 Wit, Tim tiba di Distrik Hingk, tepatnya dilokasi pengungsian. Tim langsung bergerak membantu para korban. Ada yang membantu mendirikan tenda untuk tempat tinggal sementara. Sebagian Tim membangun tempat mandi yang lebih tertutup.

Selanjutnya, bersama Bupati Pegaf meninjau beberapa lokasi yang terkena banjir. Sore hari, Tim langsung bergerak meninggalkan Distrik Hingk dan tiba di Manokwari malam hari. Sepanjang jalan, hanya satu kali Tim mendapat tantangan. Satu mobil tertahan ditanjakan tinggi. Namun berkat kerjasama yang baik antar supir, mobil bisa lolos dan melanjutkan perjalanan kembali ke Makodim 1703 Manokwari. (IBN)

Tinggalkan Balasan