Tim Ekspedisi NKRI bersama warga melakukan kirab merah putih menuju tugu Pepera.

Tim Ekspedisi NKRI Gelar Upacara Hari Integrasi

KAIMANA, Cahayapapua.com——  Tim Ekspedisi NKRI bersama veteran dan perwakilan organisasi masyarakat Kota Kaimana, Minggu (1/5/2016) di Taman Kota Kaimana, melaksanakan apel bersama memperingati kembalinya Irian Barat (Papua, red) ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (Integrasi) yang ke-53.

Kegiatan yang diawali pembacaan sejarah singkat kembalinya Irian Barat ke NKRI dipimpin Kabag Ops Ekspedisi NKRI, Letkol Inf. Leonardo Sebastian.

Pantauan Cahaya Kaimana, usai melaksanakan apel bersama, peserta upacara melaksanakan kirab merah putih menuju tugu Pepera yang berjarak kurang lebih 200 meter dari Taman Kota.

Kirab diawali penyerahan bendera merah putih dari perwakilan keluarga veteran Syaifudin Furu kepada anggota Tim Ekspedisi NKRI untuk selanjutnya oleh Kabag Ops Ekspedisi selaku inspektur upacara menancapkannya pada tugu Pepera.

Kabag Ops Ekspedisi pada apel integrasi mengatakan, 1 Mei 2016 genap 53 tahun Irian Barat kembali ke pangkuan NKRI. Tepat 1 Mei 1963, UNTEA (United Temporary Executive Authority) menyerahkan kembali wilayah Irian Barat yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda kepada Pemerintah Indonesia dan pada saat itu pula bendera merah putih kembali berkibar di Tanah Irian Barat. Upaya Indonesia merebut kembali Irian Barat lanjut Letkol Inf. Leonardo, bukanlah perjuangan mudah.

Selain diplomasi politik melalui meja perundingan, pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan seluruh potensi rakyat dan TNI melalui Komando Trikora 19 Desember 1961 dengan membentuk Komando Mandala dalam usahanya untuk merebut Irian Barat masuk kembali ke NKRI.

Salah satu lokasi tujuan penerjunan dan pendaratan pasukan TNI dalam operasi Mandala tersebut adalah di Lembah Gunung Genouva di Kaimana yang telah menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia dalam upayanya mempertahankan kedaulatan NKRI.

Kini 53 tahun sudah Irian Barat yang kini disebut Papua menjadi bagian dari NKRI. Karena itu tidak relevan lagi mempersoalkan status integrasi Papua sebagai wilayah sah NKRI. Baik secara de jure maupun de facto, Papua merupakan wilayah integral NKRI merujuk pada proses pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang menyatakan bahwa masyarakat Papua bergabung kembali dengan NKRI serta hukum internasional yakni Resolusi PBB Nomor 2504 yang ditetapkan sidang umum PBB 19 November 1969 tentang pengakuan hasil Pepera.

“Selama ini berbagai kemajuan telah dicapai oleh Papua dan Papua Barat. Persoalan perbaikan HAM, kemajuan infrastruktur, peningkatan SDM daerah, pemerataan ekonomi dan percepatan pembangunan telah menjadi prioritas sekaligus mengalami akselerasi yang jauh lebih cepat dibanding masa sebelumnya.

Semoga peringatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin meningkatkan rasa nasionalisme dan kesadaran masyarakat dalam memahami sejarahnya secara utuh sehingga dapat menangkal isu-isu separatis yang dapat menyebabkan kehidupan masyarakat menjadi kontraproduktif dan terpevah belah.
Semoga peringatan ini juga menjadikan kita semakin menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kedaulatan NKRI,” pungkas Leonardo Sebastian. (ISA)…

Tinggalkan Balasan