Aktivis KNPB yang ditangkap aparat kepolisian Sorong.

Puluhan Demonstran Ditangkap di Sorong, LMA dan BMP Papua Barat Menolak UMLWP

SORONG, Cahayapapua.com—— Sedikitnya 27 anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sorong Raya, Senin (2/5), diamankan aparat gabungan TNI Polri saat menggelar aksi unjuk rasa di halaman kampus Universitas Kristen Papua (UKIP) Sorong.

Juru Bicara (Jubir) KNPB Sorong Raya, Agustinus Aud mengatakan kekecewaannya terhadap penangkapan para aktivis tersebut. Agustinus menilai tindakan aparat keamanan merupakan upaya membungkam ruang demokrasi di Tanah Papua.

“Saya pribadi merasa ruang demokrasi di bungkam di atas tanah ini,” tegas Agustinus Aud, atau biasa dipanggil Gusty Prabu itu.

Secara terpisah Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Cristian Warinussy menilai polisi telah mencederai nilai- nilai demokrasi dalam penangkapan para aktivis tersebut. “Sangat disayangkan terjadi penangkapan 27 aktivis KNPB Sorong,” katanya.

Sementara itu Kapolres Sorong Kota AKBP. Karimudin Ritongan saat dikonfirmasi mengatakan alasan pembubaran tersebut karena para aktivis melakukan aksi pemisahan diri dengan NKRI. “Itu bertentangan dengan Undang-Undang kedaulatan,” kata Karimudin singkat.

Sementara itu Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua Barat menolak United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan menjagak masyarakat Papua tidak terjebak dalam kelompok yang mengatasnamakan Papua Merdeka.

“Kita harus komitmen berada dalam NKRI. Sebagai anak adat dan anak bangsa, LMA berinisiatif mengajak masyarakat dan seluruh anak adat membangun kekuatan dalam bingkai NKRI,” kata Sekretaris LMA Papua Barat, Napoleon Fakdawer, kemarin.

Dia mengajak semua anak adat dan seluruh elemen di daerah ini terlibat dalam pembangunan. Ia tak ingin warga Papua terkotak-kotak dan terpecah belah melalui isu-isu sempit negative.

Menurutnya pembangunan, baik sektor ekonomi, infrastruktur maupun sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan putra-putri daerah.

“Kita harus kompak, jauhi pembodohan dan kita harus cerdas menyikapi permasalahan di Papua,” ujarnya lagi.

Napoleon menjelaskan, pemerintah membutuhkan dukungan dan sinergitas masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan dan ketertiban di daerah ini.

Dia menilai ULMWP tak punya peran sedikit pun terhadap proses pembangunan yang berlangsung di Papua dan Papua Barat.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris Barisan Merah Putih (BMP) Papua Barat Leonardo Tuturop. “Kami Barisan Merah Putih dengan tegas Menolak ULMWP yang selalu jual nama orang Papua, kami ingin membangun Papua,” kata dia saat membacakan pernyataan sikap yang di Sekretariat BMP Papua Barat di Jalan Irmanjaya Marina Manokwari. (ALF/NSR)

 

Tinggalkan Balasan