Obyek Wisata Raja Ampat. (Liputan6.com)

Kaya Potensi Wisata, Papua Barat Perlu Fasilitas Penunjang

MANOKWARI, Cahayapapua.com——-  Provinsi Papua Barat yang terdiri dari 12 kabupaten dan 1 kota diyakini memiliki daya tarik wisata masing-masing yang mampu memikat wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Namun, sejauh ini potensi wisata yang terkenal di Papua Barat hanyalah potensi wisata yang berada di Kabupaten Raja Ampat dengan gugusan pulau-pulau karangnya serta wisata baharinya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Edi Sumarwanto mengatakan, permasalahan utama dalam mengekpos potensi wisata di Provinsi Papua Barat adalah dengan menyiapkan infrastuktur wisata di daerahnya masing-masing.

“Karena syarat pembangunan pariwisata adalah selain mempromosikan potensi tersebut harus bisa juga diakses seperti sarana jalan dan perhubungan lainnya,” ucapnya siang kemarin.

Selain itu, untuk memaksimalkan potensi wisata, maka setiap daerah harus memiliki fasilitas pendukung pariwisata, seperti penginapan serta makan dan minum, sehingga setiap kebutuhan wisatawan yang berkunjung bisa terfasilitasi.

“Secara provinsi, kami punya dua destinasi yang bisa diandalkan yakni Raja Ampat dan sekitarnya serta Manokwari dan sekitarnya,”jelasnya.

Dikatakan, pembangunan potensi wisata di tiap kabupaten/kota akan terus diupayakan untuk berjalan, namun pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan kesiapan daerah dalam melayani wisatawan.

Salah satu potensi wisata di Manokwari dan sekitarnya adalah potensi wisata di Pegunungan Arfak, yang masih dikatakan sebagai daerah baru yang membutuhkan perhatian pemerintah provinsi.

Disisi lain, tahun ini potensi wisata yang ada di Kawasan Teluk Cendrawasi akan di bahas dalalam skala nasional, mengingat dalam kawasan tersebut terdapat Taman Nasional.

Sedangkan untuk Kabupaten Kaimana, Edi mengatakan daerah tersebut mempunyai potensi wisata bahari yang cukup menjanjikan. Untuk itu pembenahan di sisi akses transportasi perlu dilakukan, mengingat untuk menuju ke Kota Senja tersebut masih sedikit terkendala.

“Kaimana untuk tahun ini akan didukung oleh kementrian Pariwisata untuk penyelenggaran festival-nya pada bulan Oktober nanti,”jelasnya.

Untuk itu dalam waktu dekat ini Pemerintah Provinsi Papua Barat akan meninjau lokasi-lokasi wisata yang tersebar di Papua Barat, namun akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.

Pada kesempatan yang sama Edi Sumarwanto mengatakan, di tahun 2016 ini terdapat 3 iven wisata berskala Provinsi Papua Barat yang akan digelar.

Dikatakan, tiga iven tersebut merupakan iven tetap yang akan rutin digelar tiap tahunnya, dan tentunya membutuhkan persiapan anggaran yang cukup dalam penyelengarannya.

“Kita akan tetap laksanakan dengan kemampuan anggaran yang ada, jadi ada tiga yakni Festival Raja Ampat yang akan dilaksanakan tanggal 18-21 Oktober, Festival Papua Barat 9-12 Oktober, dan Festival Arfak yang bertujuan untuk mendorong pembangunan di daerah tersebut,” kata Edi.

Dimana iven-iven tersebut telah didaftarkan secara nasional, yang diharapkan bias menarik minat wisatawan lokal maupun internasional untuk mengunjungi iven tersebut.

Dijelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Papua Barat juga masih menunggu insiatif dari pemerintah kabupaten/kota dalam menyelenggarakan iven daerahnya masing-masing.

Selain iven lokal berskala nasional tersebut, dirinya juga mengatakan terdapat beberapa iven diluar daerah yang akan diikuti oleh Provinsi Papua Barat seperti, festival budaya yang akan digelar pada Bulan Agustus, Pawai Budaya Nusantara, Bahana Nusantara. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan