Ketua Panitia Ujian Sekolah Dasar, Yunus Ahuan

OMBUDSMAN TEMUKAN SEKOLAH UBAH JADWAL UJIAN

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Papua Barat menemukan pelanggaran pada pelaksanaan Ujian Sekolah Dasar Tingkat Nasional di Kabupaten Manokwari yang digelar, Rabu (17/5).

Asisten Bidang Pengawasan Ombudsman Perwakilan Provinsi Papua Barat, Yunus Kaipman mengatakan, jadwal ujian yang laksanakan di sub rayon 10 yang diikuti oleh 104 siswa dari 4 sekolah, tidak sesuai jadwal nasional.

“Kami temukan di sub rayon 10, ujian hari pertama dilaksanakan tidak sesuai jadwal. Yang harusnya mata pelajaran matematika tetapi diganti dengan mata pelajaran bahasa Indonesia,” katanya.

Kata Yunus, perubahan jadwal tersebut terkesan disengaja oleh penyelenggara panitia ujian. Sebab soal ujian telah terdistribusi pada H-4 menjelang Ujian Nasional.

“Kejadian ini segera dilaporkan ke Dinas Pendidikan. Apakah bisa dilanjutkan dengan soal itu atau ada dibatalkan. Kami juga sesalkan sikap pengawas yang mendiamkan kejadian tersebut hingga ujian selesai,” ujarnya.

Dia menegaskan, perubahan jadwal ujian merugikan para murid karena mengurangi persiapan mereka. Disisi lain, jika pelaksanaan ujian tersebut ditunda maka, membahayakan akan terjadinya kebocoran soal.

“Hasil penelusuran kami bahwa, siswa-siswi ini diajarkan untuk tidak memberitahukan bahwa, mereka ini melaksanakan ujian bahasa Indonesia. Ini proses pembodohan dan sangat disayangkan,” tuturnya.

Menurut Yunus, pelaksanaan ujian tersebut berberda sekali dengan kondisi di sub rayon 9. Disini, Ombudsman justru mendapati ujian dilaksanakan sesuai jadwal, pelaksanaannya pun tertib.

“Temuan ini akan kami sampaikan kepada dinas pendidikan di tingkat kabupaten dan provinsi serta Kementerian Pendidikan Nasional melalui Ombudsman RI di Jakarta. Pemantaun ujian ini dilakukan juga secara on line,“ tandasnya.

Dia mengatakan, kemungkinan ujian Bahasa Indonesia pada rayon 10 bisa saja dibatalkan. Dan, pelaksanaannya akan dilakukan bersamaan dengan jadwal ujian susulan.

“Ini masih kemungkinan dan sudah kami sudah konfirmasikan ke salah seorang petugas dari Dinas Pendidikan. Temuan ini sudah kami sampaikan ke pihak dinas juga,” paparnya.

Yunus menambahkan, harus ada sanski tegas dari Dinas Pendidikan terhadap pihak sekolah yang sengaja merubah jadwal ujian sekolah dasar.

“Harus ada sanksi tegas supaya menjadi pembelajaran di waktu kedepannya. Karena, kondisi ini sangat memalukan nama daerah. Dinas Pendidikan juga harus memaksimalkan pengawasannya,” akunya.

Terpisah, Ketua Panitia Ujian Tingkat Kabupaten, Yunus Ayuan dikonfirmasi mengatakan, belum menerima laporan dari tiap rayon terkait hal-hal yang terjadi pada pelaksanaan ujian.

Menyoal perubahan jadwal yang terjadi pada salah satu rayon, kata Yunus mengungkapkan, jika ada temuan seperti itu bisa saja diusulkan untuk penundaan.

“Kalau ada laporan terkait hal yang bisa kita kendalikan maka bisa dipending maka dimasukan pada ujian susulan. Langkah-langkah yang kami ambil adalah susulan sehingga menjaga kerahasiaan soal,” pungkasnya.

Ujian tingkat SD diikuti sebanyak 115 sekolah terdiri dari 75 sekolah negeri dan 40 sekolah swasta. Dengan jumlah peserta mencapai 3.535 yang terbagi dalam 28 sub rayon.

Ujian berlangsung selama 3 hari yakni,tanggal 17-19 Mei dengan tiga mata pelajaran Matematikan, IPA, dan Bahasa Indonesia. (ALF)

Tinggalkan Balasan