Pembukaan MTQ Papua Barat ke 6 di Kabupaten Teluk Bintuni

Gubernur Resmi Buka MTQ ke-6 Provinsi Papua Barat di Bintuni

BINTUNI, Cahayapapua.com—– Gubernur Papua Barat, Abraham Oktavianus Atururi secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VI tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2016, di area utama lapangan Gedung Serba Guna (GSG), Kota Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (14/5/2016) malam.

Dengan mengangkat tema MTQ ‘mengaktualisasikan nilai-nilai Al Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara’. Dan Dedline ‘Bintuni Untuk Dunia’ serta Motto, ‘Sukses Pelaksaan dan Sukses Prestasi’, kegaitan ini, begitu sangat meriah.

Adapun tujuan digelarnya ivent dua tahunan ini yaitu untuk menjaring potensi Qori dan Qoriah menuju Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional ke 26 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan ini menampilkan berbagai rangkaian acara yang berbeda dari dua tahun lalu 2014 di Kabupaten Raja Ampat. Dimana malam itu 3900 tembakan kembang api dibunyikan, tarian kolosal yang melibatkan 265 siswa SMP dan SMA se- Kabupaten Teluk Bintuni, yang Menceritakan sejarah masuknya islam di Kabupaten Teluk Bintuni juga memeriahkan acara itu. Vidio Mifing selama 12 menit pada posisi seluruh lampu seputaran area utama padam juga diputar.

Serta Himne dan Mars MTQ yang sangat istimewa dibawakan oleh Tim Pesparawi Kabupaten Teluk Bintuni yang menunjukan bahwa kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama di kabupaten ini begitu terjalin. Selain itu, Kepiting raksasa atau karaka juga ikut ditampilkan sebagai simbol bahwa Kabupaten Teluk Bintuni merupakan Kota Keraka.

Gubernur Papua Barat dalam sambutannya mengatakan, semua warga negara Indonesia patut bersyukur bahwa Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan tiap warga negara untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut kepercayaan dan keyakinannya, yang merupakan hak asasi yang sangat terhormat dan dijunjung tinggi oleh negara dan siapapun di muka bumi ini, dalam ruang dan koridor sesuai dengan tuntunan kitab suci yang dianut masing-masing.

Implementasi ajaran agama bagi masing-masing penganutnya secara baik dan benar maka lebih memotifasi dan mendewasakan umatnya untuk lebih bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya.

Momentum penyelenggaraan MTQ maupun seleksi tilawatil quran (STQ) semacam ini merupakan kegiatan rutin dan terjadwal secara nasional regional, dan lokal juga sebagai media pendidikan formal dan nonformal, seklaigus sebgai wahana mencerdaskan umat muslim untuk semakin memahami isi kandungan Al Qur’an Nul Karim. Sebagai penuntun dan pencerahan ke arah perilaku yang lebih baik.

Berbanding lurus dengan dengan maraknya kegiatan keagamaan semacam saat ini, eforria kehidupan dunia disekeliling kita semakin tergoda dengan kenikmatan hidup yang sesaat, seperti masih adanya perbuatan oknum dengan mudah menggunakan narkoba, mengkonsumsi minum-minuman keras, perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta perbuatan maksiat lainnya yang dengan mudah mempengaruhi seseorang baik yang level pejabat publik, aparatur negara, pejabat politik kalangan akademis, pelaku bisnis, pemuda pelajar, bahkan masyarakat luas.

Dengan modus subyektif memanfaatkan kecanggihan Ilmu pengetahuan dan teknologi, transparansi modernisasi yang perkembangannya sudah merambah jauh kepelosok pedesaan, perkotaan. Hal ini mengakibatkan dampak negatif yang cepat atau lambat dapat menghancurkan moral, karakter serta membinasakan sendi peradaban dan kepribadian bangas.

Dengan demikian maka kita perlu mempunyai tekad dan komitmen yang tinggi untuk memberantas serta terus-menerus membentengi diri, keluarga, lingkungan sosial dengan media ilmu pendidikan agama yang diajarkan sejak dini kepada anak-anak.

“Saya berharap kepada seluruh kafilah, dewan hakim, panitera, pengurus LPTQ provinsi dan kabuapten/kota serta panitia agar keseluruhan aktifitas MTQ ini, kiranya dapat diselelnggarakan dengan baik, aman, tertib dan lancar. Sehingga dapat melahirkan qori-qoriqh, hafidz-hafidzah, mufashir-mufashirah yang berkualitas untuk mewakili provinsi Papua Barat dalam MTQ Nasional ke 26 di NTB. Serta agar kafilah Papua Barat juga dapat memperoleh hasil yang terbaik pada MTQ nasional seperti pada MTQ sbelumnya,” harap Gubernur Papua Barat.

Sementara Penjabat Bupati Teluk Bintuni Ishak L. Hallatu dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada gubernur dan wakil gubernur dan rombongan, serta para buapti, dan kepada elsuruh kafilah dari 11 kabuapten kota dan kabupaten peninjau.

“Semoga keberadaan kita dalam MTQ ke 6 tidak hanya dimaknai sebagai ajang lomba, tetapi yang terpenting adalah silahturohim dalam konteks pandangan yang luas. Yakni memahami kandungan al quran,” katanya.

Dikatakannya, pelaksanaan MTQ ke-VI ini menjadi tantangan tersendiri bagi Hallatu sebagai penjabat bupati. Karena ditengah-tengah transisi, pimpinan daerah disaat seluruh energi terkuras pada seluruh tahapan pilkada, Ia harus memastikan MTQ ke 6 ini harus berjalan lancar dan sukses.

“Maka inilah mtq yang persiapannya tidak lebih dari 35 hari bekerja maksimal bekerja keras, bahu membahu antara seluruh elemen mewujudkan kebersamaan. Jika dalam pelayanan kami terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan, peda dan masyrakatt memohon maaf. Kepada selurh kafilah dapat mengikuti seluruh rangkaian lomba kiranya Allah SWT senantiasa memimpin dan meridoi kita semua,” kata Hallatu.

Sementara laporan ketua panita 1 (satu) DR. Alimuddin Baedu, MM mengatakan Pelaksaan MTQ ini akan dilaskanakan selama 6 hari, muulai 14-19 Mei 2016. “Materi lomba ada 9 jenis lomba dengan 21 kategori lomba, dan akan dikawal oleh dewan hakim berjumlah 62 orang yang telah dikukuhkan oleh Penjabat Bupati Teluk Bintuni. Pendaanan, diperkirakan menelan anggaran mencapai 16 milyar lebih, dengan sumber dana hibah 12 milyar dari APBD 2016 Kabupaten Teluk Bintuni, dan sumber dana lainnya,” kata Alimuddin yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Bappeda.

Dikatakannya, peserta MTQ tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana 10 Kabupaten dan 1 kota mengirim kafilah untuk mengikuti lomba ini. Dengan rincian Kabupaten Kaimana jumlah kafilah 210 orang, terdiri dari 44 peserta 6 official dan 150 pnggembira, Manokwari berjumlah 107 orang, terdiri dari 42 peserta, 15 official dan 50 penggembira. Teluk Wondama berjumlah 47 orang, 30 peserta dan 17 official tanpa penggembira, Manokwari Selatan berjumlah 72 orang, terdiri dari 23 peserta, 15 official dan 21 penggembira.

Lanjutnya, Kabupaten Sorong berjumlah 56 orang terdiri dari 31 peserta, 26 Official tanpa enggembira, Kota Sorang berjumlah 89 orang, terdiri dari 44 peserta, 15 official, dan 30 penggembira. Kabupaten Raja Ampat berjumlah 59 orang terdiri dari 28 peserta, 17 official dan 14 penggembira, Tambrauw berjumlah 60 orang terdiri dari 35 peserta, 15 official dn 10 penggembira, Fak-Fak berjumlah 116 orang, 39 peserta, 5 official, 12 pelatih dan 60 penggembira, Teluk Bintuni berjumlah 249 orang, degnan rincian 44 peserta, 55 official, 150 dan seluruh masyaraakt Teluk Bintuni penggembira, Sorong Selatan berjumlah 56 orang, 31 peserta, 26 official tanpa penggembira. Selanjutnya, diikuti dua peninjau dari kabupaten Pegunungan Arfak dan Maybrat.

“Tak ada gading yang telah retak, jika ada jarum yang patah jangan disimpan didalam peti, jika ada kekhilafan dan kekeruangan jangan disimpan didalam hati. Kalu bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi,” tutup Ketua Panitia.

Kegiatan yang disaksikan oeh ribuan masyarakat Teluk Bintuni, dihadiri juga oleh Wakil Gubernur Irene Manibuy, Perwakilan DPRD Provinsi, Bupati dan wakil bupati se-provinsi,Forkopinda Provinsi dan Kabupaten Teluk Bintuni, Kakanwil Kementerian Agama provinsi dan kabupaten, ketua umum LPTQ provinsi, Ketua MUI, dan seluruh pimpinan BUMD, BUMN, dan para kafilah dari 11 Kabupaten/kota. (ART)

Tinggalkan Balasan